Dokter Polda Jateng dilatih sigap atasi kasus henti jantung

SEMARANG, KRJOGJA.com – Sebagai seorang dokter polisi, dituntut untuk bisa menangani kejadian emergency yang mungkin sering ditemui ketika bertugas di lapangan. Sebagai contoh, ketika menemui kasus kegawatdaruratan di jalan raya akibat kecelakaan, dokter polisi harus siap siaga menolong seseorang yang sedang alami momen henti jantung (cardiac arrest).
 
Karena itu, RSI Sultan Agung bekerjasama dengan Biddokkes (Bidang Kedokteran dan Kesehatan) Polda Jawa Tengah  menggelar pelatihan ACLS yang diikuti oleh dokter polisi di Hotel Gets , Semarang belum lama ini. 
 
"Pelatihan ini bertujuan meningkatkan skill paramedis dalam penanganan pasien dan sebelum  henti jantung. Peserta pelatihan akan diajari identifikasi dan penanganan kondisi medis yang alami henti jantung, Bantuan Hidup Dasar (BHD) dan mengembalikan fungsi pernafasan" kata dr. Avin Tonang, Sp.JP pemateri dari PERKI (Perhimpunan Kardiologi Indonesia). 
 

ACLS ini, menurut dr Alvin dirancang sedemikian rupa untuk menyelamatkan hidup pasien. "Kita ajarkan peserta untuk mengenali dan melakukan pengelolaan dini terhadap kondisi sebelum henti jantung atau mempersulit resusitasi" lanjutnya. 
 
Sementara itu, ketua panitia ACLS, dr Sri Berdi Karyati dari RSI Sultan Agung, menjelaskan dalam pelatihan ACLS peserta diajak untuk lakukan simulasi skenario klinis, diskusi dan bermain peran hingga bermain peran ketika penanganan kasus sebenarnya. (*)

 

BERITA REKOMENDASI