DPC PDIP: Warga Solo Itu Titen

SOLO, KRJOGJA.com – Pemindahan markas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno ke Solo, dinilai Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrasi Indonesia (DPC PDIP), FX Hadi Rudyatmo, justru akan memicu semangat baru kader dan arus bawah untuk meraih suara sebanyak mungkin bagi pasangan Joko Widodo (Jokowi) – Ma'ruf Amin. Setidaknya, keberadaan markas BPN Prabowo – Sandi di Solo, akan menjadi tantangan untuk kian memperkuat soliditas yang terbangun selama ini.

Menjawab wartawan, di kantornya, Kamis (13/12/2018), FX Hadi Rudyatmo, mengungkapkan, warga Solo itu titen dan tidak gampang melupakan budi orang lain. Semasa menjadi Walikota Solo, Jokowi meninggalkan jejak dan prestasi cukup baik bagi pengembangan Kota Solo. Demikian pula saat menjadi Presiden Republik Indonesia, banyak peran Jokowi bagi kemajuan kota serta kesejahteraan warga Solo, dan itu tertanam di hati, sehingga tidak mudah berpaling ke pilihan lain.

Bahkan, pria yang akrab disapa Rudy ini mentargetkan, perolehan suara pasangan Jokowi – Ma'ruf Amin di Solo dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang mencapai 80 persen atau naik 2 persen dibanding Pilpres 2014 silam. Sejak dua bulan lalu, tambahnya, hampir setiap malam, seluruh kader PDI-P melakukan konsolidasi dan terus berlanjut hingga hari pencoblosan nanti, agar soliditas tetap terjaga.

Soal pemindahan markas BPN Prabowo – Sandi ke Solo itu sendiri, menurutnya menjadi hak siapapun untuk memilih lokasi pusat komando yang dinilai cukup strategis dalam kompetisi demokrasi. Hanya saja, dia menginginkan semua pihak bersama-sama menjaga iklim kondusifitas kota, dengan melakukan cara-cara kampanye elegan serta menjauhkan dari fitnah, penyebaran kabar bohong, dan sebagainya.

Menjawab pertanyaan kemungkinan pihaknya merubah strategi untuk mendulang suara sebanyak-banyaknya bagi pasangan Jokowi – Ma'ruf Amin, sementara Rudy mengaku tetap akan mempertahankan strategi lama yang telah diaplikasikan sejak tahun 2009 lalu. Dalam beberapa kali pesta demokrasi, diantaranya Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Solo, Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, strategi yang diterapkan, baik dari sisi kelembagaan maupun model kampanye, mampu mengantarkan kemenangan dengan perolehan suara cukup signifikan.

Kendati begitu, Rudy menyebut tak ingin terlena dengan kemenangan-kemenangan yang pernah diraih selama ini serta identitas kandang banteng, sehingga keberadaan BPN Prabowo – Sandi mesti diapresiasi sebagai bentuk tantangan baru. Semua pihak mesti berpikir positif, serta bersama-sama melakukan kompetisi yang sehat dengan mengendepankan kepentingan bangsa dan negara.(Hut)

BERITA REKOMENDASI