DPPKAD Jajagi Videotron di Slamet Riyadi

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Pemerintah Kota(Pemkot) berniat membangun videotron dalam tiga ukuran, masing-masing kecil, sedang, dan besar, di sepanjang jalan Slamet Riyadi yang semula ditetapkan sebagai kawasan white area

atau bebas papan iklan luar ruang. Namun, pemanfaatan videotron di jalan protokol tersebut, lebih ditekankan sebagai media informasi publik ketimbang kepentingan komersial.

Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Yosca Herman Soedrajad, menjawab wartawan, di Balaikota, Senin (5/2) mengungkapkan, komposisi pemanfaatan iklan direncanakan 60 : 40 atau bahkan 70 : 30. Artinya, 60 persen atau 70 persen durasi dimanfaatkan untuk informasi publik yang terkait dengan kepentingan Pemerintah Kota (Pemkot) serta warga Solo, sedangkan sisanya 40 atau 30 persen untuk kepentingan komersial, seperti iklan produk di luar rokok.

Sejauh ini, pihaknya masih melakukan pendataan lokasi di sepanjang Jalan Slamet Riyadi yang dapat dimanfaatkan untuk titik videotron, dengan mempertimbangkan berbagai kepentingan agar tidak saling berbenturan. Aspek estitika misalnya, mesti memperoleh perhatian tersendiri, sehingga keberadaan papan iklan elektronik tersebut tidak mengganggu keindahan kota, selain pula posisi strategis yang terkait dengan informasi publik serta pemasaran produk.

Penetapan white area

di kawasan sepanjang Jalan Slamet Riyadi, tambah Yosca, sebenarnya lebih diarahkan sebagai pembatasan iklan rokok yang dinilai tidak sejalan dengan program Kota Layak Anak (KLA). Hingga saat ini, menurutnya, masih ada beberapa videotron di sejumlah titik, berkonten iklan rokok. "Memang sulit dihindari, sebab hampir seluruh videotron di kota-kota lain di Indonesia, dikuasai produk rokok," ujarnya, sembari menyebut, meski begitu secara bertahap Pemkot Solo mengurangi iklan rokok, atau merelokasi di wilayah pinggiran kota.

Mesti diakui, kontribusi iklan rokok pada Pendapatan Asli Daerah (PAD), cukup besar, rata-rata Rp 8,5 miliar per tahun. Karenanya, ketika iklan rokok dipangkas, akan berpengaruh pada pengurangan pendapatan. Kendati demikian, pihaknya mencari upaya lain untuk mengkompensasi kehilanagn potensi tersebut, diantaranya merelokasi iklan rokok ke pinggiran kota, menambah titik iklan baru, termasuk videotron di kawasan Jalan Slamet Riyadi, dan sebagainya. (Hut)

BERITA REKOMENDASI