DPUPR Sukoharjo Tetap Lanjutan Tahapan Pembangunan JLT

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Tahapan proyek Jalur Lingkar Timur (JLT) terus dikerjakan Pemkab Sukoharjo. Sekarang masuk tahap pembebasan lahan melibatkan tim Badan Pertanahan Nasional (BPN) bersama appraisal. Tahapan tersebut dikerjakan ditengah pandemi virus corona dan berdampak pada pemangkasan anggaran dari sebelumnya total Rp 103 miliar tinggal menjadi Rp 30 miliar saja. Pemangkasan anggaran dilakukan untuk penanganan virus corona.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Sukoharjo Bowo Sutopo Dwi Atmojo, Kamis (2/7) mengatakan, tahapan proyek JLT tetap berjalan normal sesuai jadwal meski ditengah pandemi virus corona. Tahapan dilanjutkan mengingat belum sampai pada pengerjaan fisik dan baru pembebasan lahan. Kegiatan tersebut direncanakan bisa diselesaikan hingga akhir tahun 2020. Sedangkan pembangunan baru dijadwalkan pada tahun 2021 mendatang.

Pemkab Sukoharjo sebelumnya sudah menyediakan anggaran total sebesar Rp 103 miliar untuk kegiatan pembebasan lahan JLT. Namun anggaran tersebut kemudian dipangkas tinggal menjadi Rp 30 miliar saja. Pemangkasan anggaran dilakukan untuk penanganan virus corona.

Meski hanya tersisa Rp 30 miliar saja namun tahapan pembebasan lahan tetap berjalan. Proses tersebut melibatkan BPN dan appraisal. Berdasar data DPUPR Sukoharjo ada sebanyak 481 bidang tanah yang terkena proyek pembangunan JLT. Dengan status tanah terdiri dari milik warga, kas desa, jalan dan bidang lainnya seperti milik Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS). Khusus untuk tanah milik BBWSBS tersebut berupa tanggul, talut atau aliran sungai.

Proyek pembangunan JLT nantinya akan menggunakan lahan di lima desa di dua kecamatan. Rinciannya, di Desa Plesan dan Desa Celep, Kecamatan Nguter, Desa Manisharjo, Desa Mojorejo dan Desa Bendosari di Kecamatan Bendosari. DPUPR Sukoharjo dan petugas terkait lainnya sebelumnya sudah melaksanakan sosialisasi dan tahapan lain.

“Tahapan proyek pembangunan JLT jalan terus meski sekarang pandemi virus corona. Sebab sekarang belum ada pembangunan dan masih sebatas tahapan pembebasan lahan,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI