DTT Wonogiri Habis Ditengah Cuaca Ekstrem

Editor: KRjogja/Gus

WONOGIRI (KRjogja.com) – Wakil Ketua DPRD Wonogiri Sunarmin SE MM yang juga tokoh masyarakat Purwantoro berharap eksekutif Pemkab Wonogiri bersama Dewan duduk satu meja membahas dana bencana alam di APBD menyusul kerusakan akibat bencana tanah longsor di Kecamatan Purwantoro dan Kismantoro Wonogiri. Langkah jangka pendek, Pemkab melalui BPBD dan OPD terkait harus secara intens melakukan sosialisasi dan antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana susulan.

"DTT (dana tak terduga) untuk bencana kita Rp 1,3 miliar dilaporkan sudah habis sementara cuaca ekstrem belakang ini masih butuh pemikiran lebih serius maka Pemkab bersama dewan segera saja membuat roadmap dan penganggaran yang cukup," ungkap dia menjawab pertanyaan KR, Rabu (7/2).

Diakui Sunarmin, pihaknya sudah meninjau lokasi bencana tanah retak-retak.di wilayah Kismantoro dan Purwantoro, Senin (5/2) lalu. Sebanyak 88 jiwa (28 KK) warga RW Galih Desa Sumber Kecamatan Purwantoro diungsikan lantaran tanah daerahnya retak-retak atau merekah selebar 2,3 meter.

Selain melanda Kecamatan Purwantoro, kata Waket DPRD ini, dihari yang sama tepatnya 1 Februari silam bencana tanah merekah juga muncul di Joho Desa Gedawung Kismantoro. Lebih parah lagi, tanah warga turun atau ambles sekitar 75 Cm dengan lebar rekahan 15-20 Cm dan panjang sporadis hampir 500 meter.

"Di desa itu (Gedawung) malah  ada sekitar 50 KK (atau 120  jiwa) yang kini terancam rumah mereka retak-retak," tutur Sunarmin yang juga Ketua DPD PAN Wonogiri sembari mengisyaratkan DPRD sangat setuju jika DTT bencana ditambah.

Meski 28 KK korban sudah ditampung di lokasi pengungsian namun pihaknya minta OPD terkait selalu memberikan pengungsian yg memadai dan memfasilitasi kebutuhan warga yang terdampak khususnya yang menyangkut kesehatan dan keamanan warga. (Dsh)

BERITA REKOMENDASI