Dua Bocah Tewas Terseret Arus Saluran Irigasi

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Nasib nahas menimpa dua bocah berusia 8 tahun asal Dusun Songgorunghi Rt 02/Rw V Desa Dagen, Jaten, Muhammad Rayhan Aldiansyah dan Fadil Arhab Alqoiri. Keduanya meninggal dunia akibat terseret arus saluran irigasi Bengawan Baru yang tak jauh dari rumahnya, Jumat (1/6/2018) sore.

"Keduanya meninggal dunia. Lokasi penemuannya terpencar di dua titik," kata Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Sularno kepada KRJOGJA.com.

Diceritakan, dua korban itu awalnya bermain di bibir saluran air itu pada Jumat siang. Mereka bersama seorang teman sebayanya, Fariz (9). Seperti biasanya, mereka mandi di bagian dinding saluran sambil bercanda. Saat itu, kedalaman sungai sekitar semeter lebih atau sedada orang dewasa. Kebetulan pintu saluran sedang dibuka untuk mengalirkan air ke sawah, sehingga arusnya cukup kencang. Diduga terpeleset dan tak kuasa berenang, ketiganya terseret dari tempat semula bermain.
Rayhan dan Fadil terbawa arus hingga tak terlihat sedangkan Fariz berhasil berenang ke tepian. Melihat dua temannya hanyut, ia berlari mencari pertolongan warga sekitar.

"Warga dan sukarelawan membantu menyisir dengan cara sisir boyo, yakni berjalan dengan bergandengan tangan di hilir ke hulu," kata Sularno.

Cara seperti ini berlangsung selama satu jam hingga jasad Rayhan ditemukan. Tubuh tak bernyawa bocah itu berada di 200 meter setelah tempat kejadian perkara (TKP). Selang 10 kemudian giliran ditemukan jasad Fadil. Tubuh bocah ini ditemukan pada jarak 1 kilometer dari TKP. Tim Puskesmas Jaten segera melakukan pemeriksaan begitu para korban terevakuasi. Berdasarkan pemeriksaan, korban meninggal dunia karena tenggelam.

"Keduanya sudah meninggal dunia. Kami memasukkan ke kantung mayat kemudian membawanya ke rumah duka. Sebelum itu dokter memeriksanya," katanya. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI