Dua Korban Longsor Segading Karanganyar Belum Ditemukan

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Pencarian dua korban tertimbun longsor di Segading, Bulurejo, Desa/Kecamatan Karangpandan belum membuahkan hasil, Rabu (30/11). Cuaca tak bersahabat menghambat operasi itu di area sepanjang 1 kilometer alur Sungai Banyukuning.

Di alur itu, pencarian Daliyem (70) warga Tegalsari Karangpandan dan Gito Gimin (50) warga Sitru Kembang Desa Doplang terpetakan di enam sektor. Sekitar 400 sukarelawan dari berbagai wadah diterjunkan. Mereka mengandalkan lima unit pompa air untuk memudahkan penggalian lumpur, dibantu peralatan manual seperti cangkul, sekop, ember dan sebagainya.

Operasi itu dikonsentrasi di sisi utara dan selatan jembatan Tegalsari, dimana material lumpur dan batu menimbun area berukuran 40 meter X 500 meter persegi termasuk di dalamnya empat petak sawah ukuran 1,5 hektare.

Pantauan Krjogja.com di lokasi, pencarian yang dimulai pukul 07.30 WIB terpaksa dihentikan pukul 10.30 WIB karena turun hujan kemudian dilanjutkan lagi usai hujan berhenti. Koordinator Teknik Basarnas Semarang, Basuki mengatakan dirinya tak ingin terjadi hal-hal membahayakan sukarelawan apabila pencarian nekat dilanjutkan di bawah guyuran hujan.

Hasil pencarian itu hanya menemukan sebuah alat perontok padi tertimbun lumpur di kedalaman 2-3 meter. Sebelum longsor menghantam, dua korban sedang sibuk memanen menggunakan alat bertani itu.

“Alat perontok padi ditemukan di sektor dua. Kami memetakan enam sektor pencarian. Operasi ini tergantung cuaca. Jika memungkinkan, pasti dilanjutkan,” jelasnya.

Lantaran tak menemukan tanda-tanda keberadaan korban di sisi utara jembatan, pencarian bakal lebih fokus di sisi selatan yang merupakan aliran sungai. Ia juga menyiagakan personel di dataran lebih tinggi untuk memberi sinyal apabila kembali terdeteksi pergerakan tanah.

Lebih lanjut dikatakan, kecil kemungkinan penggalian secara manual diambil alih alat berat mengingat sulitnya akses ke lokasi. Selain terkendala cuaca, medan pencarian juga belum stabil. Disebutnya, upaya mencari korban mulai pagi sampai menjelang petang selama tujuh hari akan dimaksimalkan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Samsi memprediksi pergerakan tanah belum berhenti di lokasi itu. Ia mewanti-wanti 10 keluarga yang tinggal di atas bukit agar lebih waspada karena retakan tanah mengarah ke sana.

“Tim sudah meluncur ke 10 KK itu untuk melihat potensi kerawanan. Biasanya longsor yang membentuk cekungan akan memicu retakan baru,” jelasnya.

Sebagaimana diberitakan, delapan petani tertimbun longsor di Karangpandan, Selasa (29/11) pukul 14.00 WIB. Seorang diantaranya tewas dan dua lagi belum ditemukan. (R-10)

BERITA REKOMENDASI