Dua Koruptor Dijebloskan Penjara

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar menahan dua tersangka kasus korupsi di PD BPR BKK Tasikmadu, yakni mantan direktur utama, Sugimin dan mantan direktur Maryono. Akibat ulah dua mantan pejabat BUMD itu pemerintah mengalami kerugian mencapai Rp 477 juta.

Nilai kerugian ini merupakan hasil audit investigasi Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang selesai dirilis akhir Juni 2016. Sebelumnya, penyidik kejaksaan sempat menduga korupsi yang diperkarakan pada 2014 itu mengakibatkan kerugian Rp 1,2 miliar. Hal itu dikemukakan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Teguh Subroto kepada wartawan di kantornya, Kamis (21/07/2016).

“Dua tersangka resmi menjadi tahanan kejaksaan sejak Selasa (19/7) dan dititipkan di Rutan Klas IA Surakarta,” jelasnya seraya menunjukkan surat perintah penahanan nomor PRINT – 695/0.3.33/Ft.1/07/2016.

Penahanan terhadap tersangka untuk memudahkan pemeriksaan lanjutan di masa penyidikan. Adapun rilis kerugian negara dari instansi terkait menguatkan opsi penahanan dua mantan pejabat BUMD itu. Dalam kasus ini, Sugimin warga Alastuwo, Kebakkramat dan Maryono diduga menggunakan kewenangannya secara menyimpang dalam sewa menyewa aset dan penggunaan fasilitas pada PD BPR BKK Tasikmadu selama 2011-2014 serta diduga menggelapkan dana operasional kantor, kredit fiktif, penggelembungan dana komputerisasi atau program online di perusahaannya.

Terkait kasus korupsinya, kedua tersangka dianggap melanggar pasal primer yakni pasal 2 UU RI nomer 31 tahun 1999 junto UU RI No20 tahun 2001 jo Pasal 55 ayat ke-1 KUHP, subsidair pasal 3 UU RI No 31 tahun 1999 Jo UU RI No 20 Tahun 2001 Jo Pasal 55 ayat 1 ke -1 KUHP tentang tindak pidana korupsi. (M-8)

BERITA REKOMENDASI