Dugaan Penyebaran Hoax Flyer Logo UNS Bakal Dilaporkan Polisi

SOLO, KRJOGJA.com – Kasus dugaan penyebaran berita bohong (hoax) dengan cara mencantumkan logo institusi Universitas Sebelas Maret (UNS) di flyer atau selebaran yang tersebar di medsos dalam acara "Pembekalan Moeldoko, Akbar Tanjung,Ustadz Yusuf Mansur"di Graha Wisata Niaga, Sriwedari, Solo yang rencana digelar  26 Januari 2019 bakal dilaporkan ke polisi.  Padahal dalam flyer asli tidak ada pencantuman logo UNS .

Sekjen DPP JoSmart relawan Jokowi, Ir Eko Nugrohodidampingi Ketua Josmart Solo Raya Harry Prasetyo,
Wida Sanjaya SH Sekretaris Josmart danHumas Josmart Ir Sigit Rusdarmawan kepada pers, Minggu (13/1/2019) mengatakan pihaknya masih bisa memilah-milahkan mana untuk kepentingan lembaga misal UNS atau alumni UNS . "Kami masih waras, tidak mungkin mencampur adukkan lembaga UNS yang tentu harus netral dengan hak politik sekelompok alumni UNS yang secara demokratis bisa menyalurkan aspirasinya" ujar Sekjen DPP JoSmart , Ir Eko Nugroho.

Awal diketahuinya adanya flyer hoax itu bermula ketika Ketua Umum DPP Josmart Ir Heri Sosiawan mendapat kiriman melakui jaringan pribadi (japri) whatsap yang mengucapkan selamat bakal berlangsungnya acara Pembekalan Moeldoko, Akbar Tanjung,Ustadz Yusuf Mansur di Graha Wisata Niaga, Sriwedari, Solo besuk 26 Januari 2019" terhadap kalangan alumni UNS yang tergabung dalam relawan pendukung Jokowi, Josmart.

"Yang janggal dalam flyer itu ada logo UNS, padahal dalam flyer resmi yang kami sebarkan sebagai publikasi, tidak ada logo UNS.Masalah itu berdampak serius karena di medsos beredar flyer hoax yang berlogo UNS."tambah Wida Sanjaya SH Sekretaris Josmart yang menilai dari ranah hukum pihak pembuat logo UNS di flyer hoax bisa dijerat dengan Undang-Undang Teknologi Informasi (UUITE).
Dalam waktu dekat pihak

Ketua Josmart Solo Raya Harry Prasetyo akan membuat laporan ke Polresta Surakarta." Kami berharap jajaran kepolisian yang memiliki unit cyber crime dapat menangkap pelakunya dan mengganjar hukuman sesuai aturan yang berlaku , agar pelaku penyebaran berita hoax bisa jera,"paparnya.(Hwa)

BERITA REKOMENDASI