Dugaan Pungli PTSL, Puluhan Warga Desa Kecik Diperiksa Maraton

Editor: Agus Sigit

SRAGEN, KRJOGJA.com – Puluhan warga peserta program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) di Desa Kecik, Kecamatan Tanon, Sragen, diperiksa secara maraton di balai desa setempat, Rabu (27/10/2021). Mereka diperiksa oleh tim Inspektorat pemkab terkait mencuatnya kasus dugaan penyimpangan program PTSL.

Pemeriksaan dilakukan terhadap sekitar 68 peserta PTSL sisa dari tahun 2020. Puluhan pemohon itulah yang oleh Kades sempat ditarik biaya Rp 2,5 juta sampai Rp 3 juta dan dibahasakan diproses reguler di 2021.

Warga diperiksa oleh 5 orang tim dari Inspektorat. Pemeriksaan dilakukan sejak pagi pukul 08.00 WIB hingga siang. Satu persatu warga dipanggil dan dimintai keterangan oleh tim. Sekretaris Desa Kecik, Sriyono mengatakan berdasarkan undangan, yang diundang untuk hadir pemeriksaan adalah warga pemilih 68 bidang peserta PTSL sisa 2020.

Salah satu warga atau pemohon PTSL yang diperiksa, Sugiyanto mengatakan dirinya hadir karena mendapat undangan untuk datang ke pendapa balai desa guna dimintai keterangan terkait kasus PTSL oleh Inspektorat. Menurutnya, warga merasa dibohongi oleh Kades terkait program PTSL yang rata-rata diminta biaya tambahan Rp 2,5 sampai Rp 3 juta.

Padahal sebelumnya warga sudah membayar biaya Rp 500.000 sesuai kesepakatan awal PTSL di 2020. Namun dari beberapa yang sudah diperiksa, ia mengaku kurang puas lantaran pertanyaan dari tim Inspektorat tidak menyentuh soal pungutan jutaan itu. “Tadi yang sebelah saya udah ditanya justru kok materi yang ditanya kok bukan soal pungutan uangnya tapi cuma ditanya tanahnya dibagi berapa. Saya tadi belum diperiksa,” paparnya ditemui di lokasi balai desa.

Sugiyanto yang kali pertama membongkar kasus tersebut, menyampaikan dari 68 bidang yang tersisa dari PTSL 2020, ada 59 bidang yang berpotensi jadi. Namun ada 5 berkas yang tidak bisa diproses karena tidak memenuhi syarat dan mengundurkan diri. Sejak kasus dibongkar, Kades diam-diam berupaya mengembalikan uang pungutan ke warga. “Kemarin ada tambahan 1 lagi yang dikembalikan tadi pagi. Dikembalikan Rp 1 juta baru tadi pagi yang potongan uang wira-wiri. Ada yang belum dikembalikan juga uangnya. Tapi jumlah persisnya saya kurang tahu,” jelasnya.

BERITA REKOMENDASI