Duh..Ditinggal Orangtua, Anak TK Tewas Dianiaya Kakak Sepupu

Editor: Agus Sigit

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Umairoh Fadlitatunissa (7) warga Dukuh Blateran Desa Ngabeyan Kecamatan Kartasura meninggal dunia akibat dianiaya oleh dua kakak sepupunya. Keduanya sudah ditangkap dan ditetapkan tersangka selanjutnya mendekam di sel tahanan Polres Sukoharjo untuk menjalani proses hukum. Korban yang masuk sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) sejak kecil hidup sendiri setelah kedua orangtuanya pergi meninggalkannya.

Kapolres Sukoharjo AKBP Wahyu Nugroho Setyawan, Rabu (13/4) mengatakan, korban Umairoh Fadlitatunissa sejak kecil sudah ditinggal bapaknya pergi meninggalkan rumah tanpa kabar. Saat ibunya melahirkan Umairoh Fadlitatunissa tidak pernah melihat bapaknya. Umairoh Fadlitatunissa bahkan harus hidup sendiri setelah ibunya juga pergi meninggalkannya. Umairoh Fadlitatunissa kemudian diasuh dan tinggal bersama tantenya di Dukuh Blateran Desa Ngabeyan Kecamatan Kartasura.

“Korban ini memiliki masalah sosial sejak kecil sudah ditinggal bapak ibunya dan hidup bersama tantenya hingga akhirnya meninggal dunia karena dianiaya dua kakak sepupunya,” ujarnya.

Dua kakak sepupu korban yang melakukan penganiayaan yakni, FNH (18) dan GSB (24). Kedua tersangka sudah ditangkap dan mendekam di sel tahanan Polres Sukoharjo.

AKBP Wahyu Nugroho Setyawan menjelaskan, kronologis kejadian bermula pada Selasa 12 April 2022 pukul 12.34 WIB di rumah Dukuh Blateran Desa Ngabeyan Kecamatan Kartasura di lantai dua telah terjadi tindak pidana kekerasan terhadap anak yang dilakukan oleh tersangka FNH dengan cara sama-sama posisi berdiri, korban menghadap barat dan tersangka FNH berada disebelah selatan korban menghadap ke utara, tersangka FNH mengayunkan kaki kanan mengenai kedua kaki korban hingga kedua kaki korban terpelanting dan terjatuh ke lantai dan pertama kali mengenai kepala bagian belakang.

Mendengar suara benturan tersebut kakak ipar korban berlari dari lantai satu ke lantai dua dan bertanya ada apa. Saat itu, dijelaskan Kapolres, tersangka FNH menjawab korban ditendang karena mengambil uang warung Rp 30.000. Melihat hal tersebut kakak ipar korban menolong korban dengan memberikan obat yang kemudian diberi makan nasi. Setelah itu korban tidur di kamar lantai dua. Sekitar pukul 16.00 WIB kakak ipar korban mengecek keadaan korban dan melihat korban sudah melotot dan tidak berkedip.

Mengetahui hal tersebut kakak ipar korban memanggil saksi Muhammad Shuhaib Mukhlisun dan tersangka FNH untuk membantu memberikan penanganan. Korban sendiri dalam kondisi tidak sadarkan diri. Korban dibawa oleh tersangka FNH dan saksi Shuhaib Mukhlisun ke Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Kartasura dan setelah mendapatkan penanganan medis korban dinyatakan telah meninggal dunia.

BERITA REKOMENDASI