Duh..Ribuan Buruh di Sukoharjo Belum Terima THR

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Ribuan buruh di Sukoharjo dari berbagai sektor usaha belum menerima pembayaran tunjangan hari raya (THR). Forum Peduli Buruh (FPB) Sukoharjo turun memantau langsung kondisi agar hak buruh bisa terpenuhi secepatnya. Apabila pelanggaran tidak segera teratasi maka FPB Sukoharjo mendesak pemerintah menjatuhkan sanksi.

Ketua FPB Sukoharjo Sukarno, Rabu (3/6) mengatakan, ribuan buruh tersebut hingga awal Juni ini belum menerima pembayaran THR dari tempat mereka bekerja. Kasus tersebut sudah dilaporkan dan ditindaklanjuti FPB Sukoharjo dengan melibatkan petugas dari dinas terkait.

Sukarno menjelaskan, buruh yang belum menerima pembayaran THR dibedakan dalam dua kelompok. Pertama, kelompok buruh yang sudah sejak awal melakukan perjanjian dengan pihak pengusaha atau tempat asal mereka bekerja terkait sistem pembayaran THR dicicil.

Sistem tersebut diterapkan sesuai kelonggaran yang diberikan pemerintah pusat pada pengusaha. Hal itu tertuang dalam SE Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Nomor M/6/HI.00.01/V/2020. Kelonggaran diberikan oleh pemerintah pusat pada pengusaha dengan menunda pembayaran THR pada buruh hingga melewati Idul Fitri.

Pembayaran THR tersebut akan dicicil pihak pengusaha sesuai catatan FPB Sukoharjo antara empat hingga lima kali. Saat ini buruh baru menerima satu kali tahap pembayaran. Jangka waktu hingga selesai 100 persen dibayar lunas THR diperkirakan membutuhkan waktu beberapa bulan kedepan.

“Untuk buruh yang belum menerima pembayaran THR dari kelompok pertama masih kami pantau. Dikelompok ini ada ribuan buruh tersebar diberbagai sektor usaha. Sebab mereka belum sepenuhnya mendapatkan hak 100 persen karena pihak pengusaha menerapkan sistem dicicil antara empat hingga lima kali pembayaran,” ujarnya.

BERITA REKOMENDASI