E-Retribus, Pendapatan Ditargetkan 80 Persen

SOLO, KRJOGJA.com – Target waktu pemasukan dari sektor retribusi pasar tradisional terlampaui, menyusul penerapan sistem pembayaran non tunai, sejak beberapa bulan lalu. Hingga akhir bulan November ini, target pendapatan sektor retribusi pasar tradisional mencapai 80 persen, kendati penerapan sistem pembayaran retribusi elektronik (e-retribusi) baru melingkupi 13 dari 44 pasar tradisional di Solo.

Kepala Dinas Perdagangan Subagyo di Balaikota, Senin (30/10/2017) mengungkapkan ketika sistem pembayaran retribusi masih dilakukan secara manual, capaian pendapatan hingga November biasanya baru sekitar 60 persen. Padahal, penarikan retribusi kepada pedagang sebenarnya dilakukan secara rutin setiap hari. "Hasil penarikan dari pedagang mungkin mampir dulu entah di mana, sebelum disetorkan ke kas daerah," ujarnya.

Namun dengan penerapan sistem e-retribusi, kata Subagyo proses pembayaran retribusi tercatat serta terpantau sacara 'real time'. Begitu pedagang membayar retribusi menggunakan kartu melalui mesin yang ditempatkan di sejumlah pasar tradisional, seketika itu juga masuk ke rekening kas daerah. Hanya saja, dari 44 pasar tradisional di Solo, hingga saat ini baru 13 pasar menerapkan sistem pembayaran non tunai, sedangkan sisanya akan diberlakukan secara bertahap.

Penerapan sistem e-retribusi pada pasar tradisional, menurut Subagyo, memang diperlukan proses lumayan lama, selain harus menggandeng dunia perbankan sebagai mitra, juga penyiapan para pedagang yang sebagian masih awam dengan sistem digital, terutama pedagang berusia lanjut. (Hut)

BERITA REKOMENDASI