E-Warong Hindari Beras Bulog

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Penyediaan beras nonbulog di e-Warong direspons positif keluarga penerima manfaat (KPM). Buktinya, bantuan pangan nontunai (BPNT) itu terserap maksimal.

“Pada Agustus kemarin, terserap 96 persen dari total 56.802 KPM (keluarga penerima manfaat) bantuan pangan nontunai (BPNT). Sebenarnya belum sesuai target, namun dengan kondisi ini membuktikan masyarakat memanfaatkannya cukup baik,” kata Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Agus Heri Bindarto kepada KRJOGJA.com

, Jumat (21/9).

Tiap KPM program BPNT menerima bantuan Rp 110 ribu per bulan dalam bentuk pangan di warung gotong royong elektronik (e-warung). Di Karanganyar terdapat 54 suplier yang memasok komoditas di 12 e-warong. Agus mengatakan, keputusan memilih pengusaha lokal menjadi suplier sangatlah tepat. Kontrak kerjanya dibatasi per enam bulan, sehingga lebih mudah mengevaluasi mutu.  

“Komoditasnya beras dan telur. Sejak dimulai Juli sampai sekarang tidak ada keluhan tentang kualitasnya. Suplier sebelum drop barang di e-warong terlebih dulu mengirim sampel berasnya ke dinas. Itu bagian dari pengawasan. Dikroscek ke lapangan apakah kualitasnya sama dengan sampel. Kami sengaja tidak menggandeng bulog. Berdasarkan pengalaman program rastra, masih banyak keluhan terkait kulitas berasnya. Lagipula pak bupati ingin kualitas berasnya lebih baik. Sebab tiap bulan dibutuhkan beras 500 kilogram,” katanya.

Berbekal jatah nontunai, KPM memperoleh sekitar 8 kilogram beras dan 10 butir telur di e-warong perbulan. Ia tak menampik jumlah KPM bakal berubah tahun ini.

“Tahun ini ada penambahan sekitar 4 ribu KPM. Jumlahnya menjadi 63 ribu KPM dari jumlah semula. Petugas TKSK juga mencermati kondisi ekonomi KPM. Sekitar 1.000 keluarga dicoret dari daftar karena mentas dari kemiskinan,” katanya.

BERITA REKOMENDASI