E-Warung Diyakini Mampu Tekan Penyimpangan

SOLO (KRjogja.com) – Sistem elektronik warung gotong royong (e-warung) dengan dukungan teknologi informasi diyakini mampu menekan kemungkinan penyimpangan pemanfaatan bantuan sosial (bansos) non tunai kepada warga miskin. Selain itu, sistem tersebut juga diproyeksikan memberi nilai tambah ekonomi mereka, sebab pengelolaan e-warung ditangani warga penerima bansos secara kelompok, dibawah supervisi petugas pendamping dari Kementerian Sosial (Kemensos).

"Warga miskin penerima bansos beras miskin misalnya, yang semua menerima bantuan dalam bentuk beras. Kali ini disalurkan dalam bentuk Kartu Masyarakat Indoensia Sejahatera (KMIS) dengan nominal Rp 105 ribu per bulan," kata Menteri Sosial (Mensos), Khofifah Indar Parawansa, usai meluncurkan e-warung di kampung Gulon, Jebres, Solo, Jumat (19/08/2016).
 
Uang tersebut, kata Mensos tidak bisa dicairkan secara tunai, namun dibelanjakan kebutuhan bahan pokok yang disediakan di kios e-warung. Masyarakat dapat membelanjakan beberapa kebutuhan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng dan tepung, dengan nominal maksimal Rp 105 ribu per bulan dengan harga relatif lebih murah di banding harga pasran umum.

"Kalaupun dari nominal bansos raskin tak habis dibelanjakan, akan terakumulasi dengan bantuan bulan berikutnya. Semua transaksi dan penetapan harga terekam dalam sistem perbankan dan dikoneksikan secara realtime pada dashboard yang ditempatkan di ruang kerja walikota, bupati, gubernur, kementerian terkait, serta presiden." (Hut).

 

 

 

 

 

 

 

 

BERITA REKOMENDASI