Empat Pasar di Sragen Prioritas Revitalisasi

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN, KRJOGJA.com – Sebanyak empat pasar tradisional di Kabupaten Sragen bakal direvitalisasi pada 2020 mendatang. Keempat pasar yang akan direvitalisasi dengan dana hingga miliaran rupiah itu termasuk Pasar Nglangon Sragen kota yang terbakar hebat pada September lalu.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sragen, Tedi Rosanto Senin (28/10) menyampaikan, revitalisasi pasar terus dilakukan secara bertahap. Hampir setiap tahun, pemkab selalu menganggarkan dana yang cukup besar untuk revitalisasi pasar tradisional/ "Termasuk Pasar Nglangon yang ludes terbakar, kami agendakan untuk direvitalisasi tahun depan. Total anggaran khusus untuk Pasar Nglangon mencapai Rp 40 miliar," ujarnya.

Menurut Tedi, 'detail engeenering design' (DED) sudah disusun dan tinggal pelaksanaan. Selain Pasar Nglangon dan Joko Tingkir yang lokasinya bersebelahan, disperindag juga mengajukan untuk Pasar Tangen yang mangkrak untuk direvitalisasi. Di Tangen ada aset pemda yang nantinya bisa dimaksimalkan untuk pasar. "Sesuai dengan perencanaan tahun sebelumnya, relokasi ada di perempatan Tangen," terangnya.

Tedi mengaku pihaknya juga berusaha mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintan pusat untuk pebaikan Pasar Plupuh. Nilainya sekitar Rp 2,5 miliar. "Target kami mudah-mudahan terlaksana, tiga pasar dibangun dari APBD dan satu pasar lagi dari DAK,” terangnya.

Ditambahkannya, konsep pasar yang akan direvitalisasi secara umum akan dibuat pasar semi modern. Penggambaran umum seperti pasar tradisional di Solo. Namun tetap memperhatikan sanitasi pasar. "Kami berusaha memindah pasar tradisional menjadi semi modern. Namun konsepnya tetap pasar tradisional," tandasnya.

Sedangkan Pasar Nglangon yang untuk pedagang kayu tetap diakomodir. Akan dibuat ruang tersendiri untuk kayu. Namun mewadahi semua jenis kegiatan dan barang pedagang. "Ada zonasinya biar tertib, termasuk menata kios di Nglangon," lanjutnya. (Sam)

 

BERITA REKOMENDASI