Enam Kereta Pernikahan Kahiyang Ditarik Kuda Putih

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Sedikitnya enam kereta kuda dengan desain kuna dilengkapi mahkota berukir di bagian atap, akan dipergunakan dalam prosesi pernikahan putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu dengan Bobby Nasution, 8 November mendatang. Khusus kereta yang hendak membawa mempelai perempuan, dihela dua kuda warna putih, sedangkan lima kereta lain- masing-masing ditarik dua ekor kuda warna coklat.

Anwar Muhtadi yang ditugasi mempersiapkan kereta, menjawab wartawan, di kediamannya, Selasa (17/10), mengungkapkan, enam kereta kuda tersebut, dipergunakan untuk membawa kedua mempelai beserta keluarga masing-masing, baik saat upacara akad nikah Rabu (8/11) pagi, maupun resepsi pada malam harinya. Mempelai laki-laki bersama keluarga, akan berangkat dari tempat pemondokan di sebuah hotel menuju tempat upacara di gedung Graha Sabha Buana, sedangkan mempelai perempuan bersama keluarga berangkat dari kediaman pribadi Presiden Jokowi di kampung Sumber.

Sedangkan enam kereta tersebut, dua diantaranya milik pribadi Presiden Jokowi yang selama ini disimpan di halaman gedung Graha Sabha Buana, dua kereta milik Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, serta dua kereta yang lain milik pribadi Anwar Muhtadi. Hingga saat ini Anwar mengaku masih mempersiapkan enam kereta dengan melakukan perbaikan kecil, seperti pengecatan ulang bagian-bagian tertentu yang kebetulan lecet, penggantian elemen kereta yang dianggap tak layak lagi, terutama tempat duduk, atap, dan sebagainya.

Secara umum, tambah Anwar yang selama ini dipercaya Jokowi sejak menjadi Walikota Solo, untuk merawat kereta kuda baik milik pribadi maupun Pemkot Solo, enam kereta tersebut siap untuk dipergunakan. Kalaupun dilakukan perbaikan, hanya sebatas tambal sulam yang terkait dengan penampilan fisik agar terkesan lebih gagah dan anggun. Selain itu, dia juga tengah mempersiapkan 12 ekor kuda, dua diantaranya berwarna putih, yang nantinya akan menghela enam kereta tersebut.

Masing-masing kereta, nantinya juga diawaki tiga orang, masing-masing satu orang sebagai kusir, dan dua yang lain sebagai pembantu untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang terjadi dalam perjalanan. Sedangkan rincian arak-arakan kedua mempelai beserta keluarga dari titik pemberangkatan menuju lokasi upacara, Anwar mengaku sejauh ini masih dalam pematangan panitia. Tugas utama yang mesti dilakukan, sebatas menyiapkan kereta, kuda, serta personal kusir dan pembantu. (Hut)

BERITA REKOMENDASI