Enam Terdakwa Kasus Diksar Mapala UII Jalani Sidang Perdana

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar menyidangkan perdana kasus dugaan kekerasan Diksar Mapala UII Yogyakarta jilid II dengan terdakwa Tubagus Noviandaru, Reski Fadliansyah, Tan Anugrah Ramadhani, Dicky Kurniawan, Hasrul Sandy dan Nur Ain Igirisa, Rabu (04/10/2017). Enam terdakwa ini merupakan staf operasional diksar TGC ke-37 mapala UII Yogyakarta di Tlogodringo, Tawangmangu pada Januari lalu.

Majelis hakim yang dipimpin Nunik Sri Wahyuni SH menyilakan dibacakan dakwaan setebal 52 halaman secara maraton oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU). Enam terdakwa memenuhi agenda itu dengan didampingi para penasihan hukumnya.

Achiel Suyanto SH menjadi penasihat hukum lima terdakwa, yaitu Tubagus Noviandaru, Tan Anugrah Ramadhani, Dicky Kurniawan, Hasrul Sandy dan Nur Ain Igirisa. Sedangkan Wibowo Kusumo Winoto SH dan Ismu Riyanto SH selaku penasihat hukum terdakwa Reski Fadliansyah.

“Sejak hari pertama, para peserta menerima tindak kekerasan dari ke enam terdakwa yang dimulai dari lokasi titik kumpul menuju ke lokasi diksar yang berjarak 1,5 kilometer. Bahkan panitia menyambut mereka dengan kata-kata selamat datang di lembah penyiksaan,” kata Dian Willy SH, salah satu JPU di hapadan majelis hakim.

Tindakan kekerasan dilakukan enam terdakwa sewaktu menjabat staf operasional diksar 13-21 Januari 2017. Mulai dari materi navigasi sampai survival, para korban ditendang, ditampar dan dipukul menggunakan tangan kosong maupun alat bantu seperti ranting dan tali perusik. Panitia berdalih peserta melakukan kesalahan sehingga pantas dihukum fisik.

Dari 37 peserta diksar, satu meninggal dunia atas nama Muhammad Fadli. Kemudian korban tewas berikutnya Syaits Asyam dan Ilham Nurfadmi Listia Adi. Puluhan peserta lainnya juga mengalami luka fisik maupun psikis akibat kekerasan para terdakwa. Atas perbuatannya, mereka diancam pasal 170 atau pasal 351 ayat (3) ke 1 jo pasal 55 ayat 1 terkait tindakan kekerasan terhadap korban di muka umum serta dilakukan bersama-sama.

Menanggapi dakwaan itu, tim penasihat hukum lima terdakwa menuding JPU tak menggarapnya serius. Sebab, materinya sama persis yang dituduhkan dua terdakwa sebelumnya yang saat ini telah divonis. Mereka adalah Angga Septiawan dan M Wahyudi.

Tim penasihat hukum juga menilai, jika JPU kebingungan untuk menyusun surat dakwaan, sehingga mereka mengajukan keberatan atau eksepsi.  “Kami menilai, JPU masih ragu dalam membuat surat dakwaan,” kata Prima Apringtyas, kuasa hukim lima terdakwa dari Achiel Suyanto.

Sementara, Wibowo Kusumo Winoto selaku penasihat hukum Reski Fadliansyah, tidak mengajukan eksepsi. “Silakan persidangan dilanjutkan. Kami akan buktikan klien kami tidak bersalah,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI