Enam Wanita Ini Terciduk Jual Diri di Pasar Sapi

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Aparat Satpol PP Karanganyar ‘menciduk’ enam perempuan Pekerja Seks Komersil (PSK) dari kompleks penjualan ternak Pasar Karangpandan, Rabu (28/3/2018). Sebagian diantaranya belum pernah dibina, sedangkan sisanya ‘wajah lama’.

Para perempuan itu diangkut menggunakan truk Satpol kemudian digiring ke ruang pembinaan kantor Pol PP di lantai dua. Dua petugas menyampaikan hal berkaitan kesalahan mereka. Satu diantaranya, Kasi Trantib Joko Purwanto. Ia menyebut sejumlah nama yang ada di ruangan itu sambil memasang muka kesal. Ternyata, Joko mengenalinya dari daftar penertiban sebelumnya.

“Berulangkali dibina dan diberi pelatihan. Ada mesin jahit dikemanakan? Kenapa masih di situ melayani pria hidung belang?” tanya Joko.

Seakan tak jera menyarankan, Joko kini memohon mereka berganti pekerjaan. Ia menyontohkan berdagang kecil-kecilanpun boleh, seperti menjajakan kuliner di Taman Pancasila maupun alun-alun kota.

“Lihat saja di Taman Pancasila sampai ke barat itu. Jualannya laku. Meski itu gorengan,” katanya.

Lebih dalam lagi, ia mengetuk hati mereka melalui penuturan religius. Sebagai umat beragama, tentu tahu dosa besar berhubungan intim dengan bukan suaminya. Joko menanyai salah satunya, sebut saja Yati. Wanita berdandan menor serta berkaus warna hitam itu mengaku jengah berulangkali dipermainkan kaum pria. Menurutnya, tak ada yang serius mau menikahi janda seperti dirinya. Lalu sekalian saja melacur.

“Lha mboten payu (diperistri) kok pak. Iya, saya salah,” ujarnya.

Dalam penertiban kali ini, sekitar 30 petugas diterjunkan di dua lokasi ditengarai tempat praktik mesum. Selain di pasar sapi Karangpandan, juga di wilayah Sedayu, Jumantono. Hanya saja, petugas tak mendapati satu pun sasaran di Jumantono. Beberapa incaran di pasar sapi Karangpandan juga memilih tiarap. Berdasarkan pendataan petugas, dua perempuan terciduk asal Sragen dan empat lainnya ber-KTP Karanganyar. Semuanya diwajibkan lapor ke kantor Satpol PP selama sepekan ke depan.

Kepada KRJOGJA.com, Yati mengaku baru pertama kali diamankan aparat. Di pasar sapi Karangpandan, ia membuka usaha angkringan.

“Nembe sepindah (ditangkap sekali ini). Yah mungkin karena lingkungannya seperti itu, jadi asal angkut saja,” katanya bernada ketus. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI