Evaluasi Pemilu 2019, Penyelenggara Lelah Psikis

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -Kelelahan psikis dialami penyelenggara pemilu legislatif dan presiden serentak 2019. Ujaran kebencian, hoax dan informasi simpang siur dari media sosial makin memperparah kondisi tersebut. 

"Sebenarnya Pemilu 2014 dengan Pemilu 2019 tak jauh beda tahapannya. Dari situ, bebannya sama. Namun, pengaruh media sosial saat ini lebih masif. Membuat penyelenggara lelah secara psikis," kata Ketua KPU Karanganyar, Triastuti Suryandari kepada wartawan dalam rapat evaluasi pemilu serentak di Hotel Tamansari Karanganyar, Rabu (21/8). 

Menurutnya, anggota KPPS mengalami kelelahan psikis lebih masif dibanding penyelenggara pemilu lainnya. Sebab selain menjedi ujung tonggak penyelenggaraan pemungutan suara, mereka juga menghadapi pemilih dengan berbagai keluhannya. Sementara itu dalam evaluasi tersebut disebutkan partisipasi pemilu presiden 83,45 persen. Sedangkan pemilu legislatif 84-86 persen. 
"Di atas 80 persen itu cukup bagus partisipasinya," katanya. 

Setelah pemilu usai, KPU masih mengadakan kegiatan seperti regenerasi penyelenggara untuk pemilu 2024.  Atas evaluasi ini, KPU menyampaikan apresiasi tinggi terhadap masyarakat yang telah menggunakan hak pilihnya. Begitu pula terhadap seluruh peserta pemilu baik itu pileg maupun pilpres.

KPU juga berterima kasih pada aparat keamanan yang telah menjaga jalannya pemilu. KPU menegaskan bahwa seluruh penyelenggara pemilu memegang teguh prinsip bekerja dengan terbuka, transparan, berintegritas, profesional dan menjaga independensi. (Lim)

 

BERITA REKOMENDASI