Film Pengkhianatan PKI, Bagian Pendidikan Sejarah

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menegaskan, pemutaran kembali film Penumpasan Pengkhianatan G30S/PKI merupakan bagian dari pendidikan sejarah Indonesia. Hal itu jauh dari tujuan membelokkan ideologi maupun memecah belah.

"Saya yang perintahkan jajaran dan masyarakat memutar film itu. Tujuannya tidak mendiskreditkan, tapi agar peristiwa tersebut bisa diketahui generasi muda kita," kata Jenderal Gatot usai ziarah makam keluarga mendiang mantan Presiden Soeharto di Astana Giri Bangun (AGB), Matesih, Karanganyar, Selasa (19/09/2017).

Film yang produksi 1984 tersebut dihentikan penayangannya oleh pemerintah pascareformasi. Dengan pemutaran kembali film berdurasi 3 jam 37 menit itu, Gatot Nurmantyo berharap generasi muda mampu menyarikan pesan positif serta tidak mudah terprovokasi dan terpecah belah.

Ditegaskannya Pengkhianatan PKI di Indonesia pada tahun 1965 merupakan fakta yang tidak boleh dihapus dari sejarah bangsa ini meski itu menyakitkan. "Kalau tidak diingatkan bagaimana orang tahu kalau ada gerakan mengadu domba itu. Bangsa ini harus tetap membangun dengan tanpa melupakan sejarah. (Mengantisipasinya) Karena sejarah cenderung berulang," katanya.

Ia justru mendukung keinginan presiden Joko Widodo (Jokowi) memproduksi ulang film tersebut. Tanpa mengurangi fakta sejarah, penggarapnya dipersilakan mengemas sesuai selera masyarakat masa kini. (Lim)

BERITA REKOMENDASI