Fly Over Manahan Bakal Diujicobakan, Nih Penampakannya

SOLO, KRJOGJA.com – Fly over Manahan dijadwalkan diujicobakan Senin (17/12/2018), selain untuk memastikan kelayakan konstruksi, juga simulasi manajemen rekayasa lalu lintas. Sejauh ini, pengerjaan bangunan jalan layang di atas perlintasan sebidang Kereta Api (KA) Manahan itu tinggal menyisakan penataan lingkungan yang diperkirakan rampung dalam tiga hari ke depan.

Walikota Slo, FX Hadi Rudyatmo, menjawab pertanyaan wartawan, di Balaikota, Jumat (14/12/2018) mengungkapkan, uji coba fly over Manahan akan melibatkan berbagai jenis kendaraan dengan tonase berbeda, seperti bus besar, bus ukuran sedang dan kecil, mobil pribadi, sepeda motor, dan lain-lain. Dengan begitu, akan diketahui kapasitas jalan layang baik dalam hal kekuatan konstruksi maupun daya tampung kendaraan.

Menjawab pertanyaan pembukaan fly over Manahan untuk lalu lintas umum, pria yang akrab disapa Rudy menyebut, menunggu hasil uji coba, serta penataan lingkungan hingga tuntas 100 persen. Sesuai rencana, tambahnya, infrastruktur baru untuk mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan Manahan ini akan dioperasikan untuk umum mulai Jumat (21/12/2018) depan. "Tidak ada acara peresmian, begitu siap langsung dioperasikan untuk umum," ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Hari Prihatno, menambahkan, simulasi manajemen rekayasa lalu lintas di sekitar fly over Manahan, sangat penting guna mengantisipasi kemungkinan terjadi titik kemacetan baru. Dengan lebar kurang dari 9 meter, tambahnya, fly over Manahan tidak mungkin dibagi menjadi tiga jalur, sementara arus lalu lintas yang melintas di atas jembatan layang berasal dari tiga ruas jalan, masing-masing Jalan Dr Moewardi, Jalan MT Haryono, dan jalan Adi Sucipto.

Jalur Fly over Manahan nantinya hanya terbagi menjadi dua lajur, sehingga dipastikan akan terjadi merging arus lalu lintas dari arah Jalan Adi Sucipto dan MT Haryono yang hendak menuju ke arah Selatan (Jalan Dr Moewardi). Titik pertemuan arus lalu lintas tersebut, berpotensi memunculkan penumpukan kendaraan terjadi di atas jembatan layang persisi di titik merging, sehingga perlu rekayasa manajemen lalu lintas yang tepat. "Jangan samapai terjadi, fasilitas pengurai kemacetan lalu lintas ini, justru memunculkan kemacetan baru," jelasnya.

Kawasan perlintasan sebidang KA Manahan, selama ini memang sering diwarnai kemacetan lalu lintas, terutama saat jam sibuk serta penutupan palang pintu saat KA melintas. Pembangunan fly over yang menelan dana sekitar Rp 43 miliar dari pemerintah pusat, diproyeksikan bisa mengurai kemacetan. Sedangkan desain jalan layang, berbentuk huruf 'Y', masing-masing untuk menfasilitasi arus kendaraan dari Jalan Adi Sucipto dan jalan MT Haryono di sisi Utara, dan dari arah Selatan dialokasikan untuk arus kendaraan dari Jalan Dr Moewardi.(Hut)

 

BERITA REKOMENDASI