Fly Over Manahan Digarap, Jam Masuk ASN Digeser

Editor: KRjogja/Gus

SOLO (KRjogja.com) – Jam masuk kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo digeser, terkait pembangunan 'fly over' Manahan yang dipastikan berdampak pada peningkatan kepadatan arus lalu lintas di sejumlah ruas sekitar proyek.

Penggeseran jam masuk kerja dari semula mulai pukul 07.15 menjadi 07.30, diberlakukan mulai Senin (12/3) bersamaan dengan masa uji coba manajemen rekayasa lalu lintas baru terkait pembangunan 'fly over' yang diikuti dengan penutupan perlintasan sebidang Manahan secara total.

Penggeseran jam masuk kerja, jelas Sekretaris Daerah (Sekda), Budi Yulistyanto, menjawab wartawan, di balaikota, Jumat (9/3), berlaku bagi ASN non pendidikan, sebab jam masuk sekolah diputuskan berjalan seperti biasa pukul 07.00. Sedangkan jam pulang kerja bagi ASN, juga menyesuaikan jam masuk kerja, atau mundur 15 menit dari waktu sebelumnya. Rencananya, penggeseran jam kerja tersebut berlaku hingga 30 November mendatang, sesuai perkiraan penyelesaian pembangunan 'fly over' Manahan yang mulai dilaksanakan 19 Maret 2018.

Penggeseran jam masuk kerja, menurut Budi, lebih diarahkan untuk menghindari penumpukan kendaraan hingga berujung dengan kemacetan selama proses pembangunan 'fly over' Manahan. Semula, pengegseran serupa juga hendak diberlakukan pada jam masuk sekolah, namun lewat berbagai kajian dan simulasi, penggeseran hanya diberlakukan bagi ASN non pendidikan. 

Dengan begitu, mobilitas masyarakat di jalan raya pada jam-jam sibuk dapat saling bergantian. Dalam hal ini, mobilitas kalangan pelajar maksimal hingga pukul 07.00, disusul kemudian kalangan ASN dengan jam masuk kerja pukul 07.30, lalu berganti dengan karyawan swasta yang pada umumnya masuk kerja pukul 08.00.

Selain penggeseran jam masuk kerja, tambah Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, upaya mengantisipasi kemungkinan kemacetan juga diikuti dengan perubahan manajemen rekayasa lalu lintas, penataan areal parkir, dan sebagainya. Ruas Jalan Slamet Riyadi dari simpang empat Gendengan hingga Purwosari yang semula diberlakukan sistem satu arah, menjadi dua arah. Demikian halnya, jalan Rajiman dari simpang empat Baron hingga Jongke yang semula satu arah, menjadi dua arah.

Pria yang akrab disapa Rudy itu juga meminta pengertian masyarakat agar tidak menutup jalan kampung selama pembangunan 'fly over' Manahan, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai jalur alternatif. Ketika tingkat kepadatan lalu lintas pada ruas jalan raya meninggi, jelas Rudy, biasanya pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor, mencari jalur alternatif dengan memasuki jalan kampung. "Semua pihak mesti memahami kondisi yang tengah terjadi, dan pada saatnya nanti arus lalu lintas di Kota Solo justru lebih lancar," ujarnya.

Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub), Hari Prihatno, terpisah mengungkapkan, kebijakan pengaturan jam masuk kerja dibarengi dengan kesiapan masyarakat dalam mengatur jam perjalanan. Dia menyarankan, warga berangkat dari rumah lebih awal, terlebih mereka yang juga bertugas mengantarkan anak ke sekolah, sebelum masuk kerja, agar tak terjebak dalam kemacetan. Manajemen waktu secara pribadi sangat penting, sebab dalam kondisi lalu lintas tak normal seperti itu, berbagai hal bisa terjadi, hingga akhirnya berdampak terlambat masuk sekolah atau kerja. (Hut)

BERITA REKOMENDASI