Forum Anak Karanganyar Copoti Iklan Rokok

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Para sukarelawan Forum Anak Karanganyar (Forakra), Pemuda Penggerak dan Yayasan KAKAK memereteli iklan serta promosi rokok kuar ruang di sejumlah lokasi di Karanganyar, Jumat (19/11/2021). Mereka mendesak pemerintah konsisten dalam menegakkan Perda No 11 tahun 2019 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Satpol PP bersama belasan relawan serta Dinas Pemberdayaan Anak menyisir ruas jalan utama perkotaan yang berdekatan sekolah dan rumah sakit. Mereka menemukan tak hanya pemasangan iklan rokok melanggar perda. Namun juga ilegal karena dipaku di pohon, izin kedaluwarsa dan sebagainya. Forum anak juga mengkritisi materi iklan rokok luar ruang yang terlalu vulgar.

“Misalnya ada iklan rokok yang menyebutkan harga murah per batang. Cukup Rp1.000. Itu sudah enggak baik. Dampaknya sangat besar pada psikologis anak. Mereka bisa dengan mudah membelinya. Menyisihkan uang jajan,” kata Perwakilan Forum Anak Karanganyar, Yemima Aurellia Amorita MN.

Para pegiat komunitas mengajak Bupati Juliyatmono saat menurunkan iklan rokok di sepanjang jalan raya mulai simpang empat Papahan sampai Koramil Tasikmadu. “Kawasan KTR sesuai perda No 11 Tahun 2019 dilarang untuk memasang Iklan, Promosi dan Sponsor Rokok. Kami mencabut iklan-iklan illegal dalam radius dari KTR,” ujarnya.

Dia menambahkan Kabupaten Karanganyar sudah menjadi Kabupaten Layak Anak sehingga kepentingan dan hak-hak anak harus dilindungi. Sebab iklan rokok membuat anak-anak mudah tergiur akan promosi tersebut. “Dengan mencopot IPS rokok illegal akan membantu melindungi anak dari bahaya merokok,” ungkapnya.

Sementara itu Kepala DP3APPKB, Agam Bintoro mengatakan Pemkab sangat mensuport keinginan untuk membebaskan anak-anak dari iklan rokok. Karanganyar sudah menjadi Kabupaten Layak anak dan salah satu indikatornya adalah Kawasan Tanpa Rokok harus terpenuhi. Anak-anak merasa IPS merajalela dimana sehingga meminta dinas terkait untuk melakukan memberedelan.

“Setelah dicermati IPS tersebut illegal, tanpa izin, dan berada di ruang publik, Sekolahaan, dan tempat umum sangat menganggu. Hari ini di eksekusi dan IPS dibabat habis,” ujarnya.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono sangat bersemangat untuk mencopoti IPS di tempat-tempat yang dilarang. Bupati bersama rombongan mencopoti di sekitar Gedung Wanita, di depan Hotel Taman Sari, dan di utara Jembatan Papahan, Tasikmadu, Karanganyar. Pihaknya berharap anak di Karanganyar jangan sampai tertekan.

“Anak harus merdeka dan memberikan ruang bagi mereka untuk mengembangkan kegiatannya serta idenya,” ujarnya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI