Forum Riset Ekonomi Syariah Digelar di Solo

SOLO, KRJOGJA.com – Para pakar ekonomi syariah di Indonesia selama tiga hari akan berkumpul di Solo guna mengikuti Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) XVI yang dimulai, Selasa (12/09). Dalam perjalanannya FREKS telah menghasilkan riset ekonomi dan keuangan syariah yang direkomendasikan untuk kebijakan perekonomian nasional serta diimplementasikan dalam kebijakan Dewan Syariah Nasional (DSN).

Ketua Panitia FREKS XVI, Dr. Falikhatun mrnyebutkan rekomendasi FREKS diantaranya digunakan untuk merumuskan fatwa halal dan haram yang dipakai dalam akad utama al-musyarakah dan al-mudharabah perbankan syariah. "Jadi dalam 15 kali pertemuan FREKS telah menghasilkan riset ekonomi dan keuangan syariah yang direkomendasikan untuk kebijakan perekonomian nasional," jelasnya kepada wartawan, Selasa (05/9).

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Prof Dr Bambang PS Brodjonegoro dijadwalkan tampil srbagai keynote Speker. Peserta akan mengeksplorasi gagasan ilmiah di bidang ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia, serta menumbuhkan budaya riset terapan sesuai kebutuhan industri bidang ekonomi dan keuangan syariah.

Selama ini fatwa halal dan haram  dalam al-musyarakah dan al-mudharabah sudah ada, namun dalam pelaksanaan, Dr. Falikhatun menilai belum efektif. "Kami melihat belum efektif," ujarnya saat mendampingi Rektor UNS, Prof Dr Ravik Karsidi MS dalam menjelaskan persiapan kegiatan FREKS XVI. 

FREKS tidak hanya dilaksanakan setahun sekali tetapi terkadang setahun sampai tiga kali, dengan fokus kajian di bidang perbankan syariah. Hasil kajian para akademisi dan pakar ekonomi dan keuangan syariah, selain memunculkan perkembangan perbankan syariah belakangan juga muncul pasar modal syariah dan sistem keuangan non-bank. (Qom)

BERITA REKOMENDASI