Fraksi PKB Kembali Dukung Mukafi

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Sejumlah anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Sragen mendukung Mukafi Fadli kembali memimpin Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB setempat. Entah lewat mekanisme Musyawarah Cabang (Muscab) atau perpanjangan masa kepengurusan, Mukafi dinilai masih sebagai kader terbaik.

Anggota Fraksi PKB yang mendukung incumbent di antaranya Haryanto, Muslim dan Husein Kusyaeni. Mereka mendukung karena Mukafi dinilai berhasil membawa PKB Sragen menjadi salah satu partai terbesar. "Kenaikan perolehan kursi legislatif dari 5 menjadi 7 kursi merupakan bukti nyata keberhasilan kepengurusan DPC sekarang," ujar Husein, Kamis (08/03/2018).

Menurut Husein, desakan sejumlah kader agar segera digelarnya Muscab boleh saja disampaikan sebagai salah satu aspirasi. Namun kewenangan penuh untuk menetukan digelarnya Muscab berada di tangan DPW dan DPP PKB. "Saya yakin DPW dan DPP sudah mempunyai pertimbangan matang apakah Muscab digelar sekarang atau tidak," jelasnya.

Senada, anggota Fraksi PKB yang lain, Muslim juga menyampaikan dukungannya agar Ketua DPC PKB Sragen dijabat kembali oleh Mukafi Fadli. Selain keberhasilan membawa PKB menjadi menjadi juara tiga pemilu di Sragen, Mukafi juga dinilai mampu menambah perolehan suara PKB pada Pileg 2019 mendatang.

"Sesuai hasil rapat terakhir, DPC PKB menargetkan kursi legislatif bisa bertambah menjadi 9. Ini adalah target yang realistis dan PKB akan menjadi juara, hanya kalah dari PDI Perjuangan," tandasnya.

Sementara, Ketua DPC PKB Sragen, Mukafi Fadli saat dikonfirmasi mengaku siap jika kembali dicalonkan mejadi pimpinan partai warga nahdliyin di Sragen. "Saya siap maju kembali jika masih dipercaya kader PKB. Target kami adalah PKB menjadi partai terbesar kedua dengan perolehan minimal 9 kursi di Pileg mendatang," tuturnya.

Terkait masa jabatannya menjadi Ketua DPC PKB yang sudah 2 periode, Mukafi mengaku tidak ada aturan di PKB, masa jabatan Ketua DPC dibatasi. Justri di berbagai daerah lain, Ketua DPC ada yang menjabat sampai 3 atau 4 kali.

"Sejauh ini kami belum ada instruksi kapan digelar Muscab. Atau masa kepengurusan diperpanjang sampai Pileg 2019, kami juga belum tahu, tergantung DPW dan DPP," tambahnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI