Gali Potensi Desa Lewat Mahasiswa

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Sebanyak 18 Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Madina Sragen diterjunkan mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di dua desa yakni Kecik dan Tanon, Kecamatan Tanon, Selasa (17/10/2017). Selama satu bulan penuh, mereka diharapkan bisa menularkan ilmu sekaligus menjadi agen perubahan serta pelopor pendidikan islami.

Ketua sekaligus pendiri STIT Madina Sragen, Muhammad Fadlan mengatakan, program KKN merupakan salah satu mata kuliah yang harus dijalani mahasiswa sebelum menyelesaikan tugas akhir. Mahasiswa STIT Madina dibekali ilmu pengetahuan umum dan keagamaan. "Kami berharap mahasiswa bisa mengenal langsung bagaimana bermanfaat untuk desa, sekaligus mengaplikasikan ilmu di lapangan," ujarnya.

Menurut Fadlan, masyarakat di dua desa yang dipilih sebagai lokasi KKN merupakan barometer penerapan pendidikan islami yang sejalan dengan visi misi STIT Madina. Selain ilmu pengetahuan, ilmu agama juga selalu ditekankan pada mahasiswa. Ia berharap KKN tersebut bisa menjadi salah satu fase untuk pengenalan ke masyarakat bahwa STIT satu-satunya perguruan tinggi berbasis ilmu agama Islam di Sragen.

Mahasiswa itu akan mengikuti KKN selama 1 bulan. Masa KKN itu juga diharapkan bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk memberikan sumbangsih dan memajukan pendidikan ke warga desa. Pelepasan mahasiswa digelar di Kecamatan Tanon, dengan dihadiri Kades Kecik, Paniyo dan Kades Tanon, Ali Mahmudi.

Kades Tanon Ali Mahmudi mengaku menerima dengan tangan terbuka kehadiran para mahasiswa. Dia berharap banyak ilmu dari mahasiswa untuk diterapkan di masyarakat desa. Dengan ilmu yang dimiliki, kehadiran mahasiswa KKN diharapkan dapat memberdayakan masyarakat desa dan memunculkan potensi desa yang bisa dikembangkan. "Komunikasi tentu sangat perlu dilakukan bersama dengan pihak desa," tegasnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI