Ganjar Silaturahmi dan Nostalgia di Griya Sri Soeparmi

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memanfaatkan kesempatan open house di kampung halamannya di Tawangmangu untuk silaturahmi dan bernostalgia, belum lama ini.

Di rumah keluarganya, Griya Sri Soeparmi, Ganjar ditemui elemen masyarakat dari jajaran Pemerintah Kabupaten Karanganyar, kader PDIP hingga teman semasa dirinya SD. 
"Hari ini saya ke Tawangmangu merasakan suasana seperti itu. Di Kutoharjo (Purworejo) juga saya merasakan hal yang sama, di Purbalingga mereka bahagia, di Purwokerto saya menemukan situasi yang menarik. Kami salat Idul Fitri dijaga oleh mereka yang agamamnya nasrani, katolik, hindu, budha, dan konghucu. Mereka menjaga, setelah itu mereka guyub bareng-bareng. Lapangan yang kotor dibersihkan oleh mereka. Suasana itu suasana yang Indonesia banget, Bineka Tunggal Ika banget, Pancasilais pol. Itu yang mesti kita rawat," ungkapnya menceritakan pengalaman berlebaran di sejumlah daerah di Jawa Tengah di Idul Fitri 1440 H.

Dalam silaturahmi ke tanah kelahirannya, Ganjar Pranowo ditemani istri, Siti Atikah Supriyanti beserta putranya, Muhammad Zinedine Alam Ganjar. Hadir pula dalam acara tersebut Bupati-Wakil Bupati Karanganyar, Juliyatmono-Rober Christanto. Di Griya Sri Soeparmi, ratusan warga Tawangmangu dan sekitarnya mengantre untuk bersamalan dengan Ganjar dan keluarganya. Mereka rela menunggu sejak pagi. Ada yang sekadar ingin bermaaf-maafan, namun ada pula punya hajat khusus. 

"Mau diusap perutnya. Ini sudah usia kandungan tujuh bulan. Biar nanti anak saya, rezekinya seperti Pak Ganjar," kata warga Palur, Jaten, Dewi Kartika. 
Sedangkan bagi Kamso, dirinya memiliki kenangan istimewa bersama Ganjar saat sama-sama duduk di bangku SD. Dalam pertemuan istimewa di rumah Ganjar, ia mengungkapkan rasa bangga terhadap dirinya. 

"Dulu sering bermain bersama di perosotan. Sehabis sekolah, mandi di sungai. Sekarang semoga amanah. Bisa ngayomi Jawa Tengah," katanya. 

Lebih lanjut Ganjar mengatakan, momen lebaran bagi masyarakat Jateng ini yang utama adalah silaturahmi.  "Jateng gayeng itu suasana yang seneng, yang bahagia, semuanya bisa ngobrol asik. keasiakan-keasikan itu jangan sampai dicemari dengan hoak, jangan dicermai dengan fitnah, jangan dicermari dengan ujaran-ujaran dengan kebencian," katanya. 

Ganjar menuturkan, dalam membangun Jateng dengan suasana senang tersebut akan menjadi mudah. 
"Kalau sudah seneng semua, membangun itu akan gampang. Ide-ide brilian akan muncul, ide cerdas akan muncul, kreasi dan inovasi akan muncul. Nah yang seperti ini mudah-mudahan ini bisa dijaga," tuturnya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI