Ganjar Usulkan Pemilu Sistem Tertutup

SOLO, KRJOGJA.com – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo memprihatinkan rendahnya tingkat keterpilihan perempuan di kursi legislatif di provinsi ini. Di 35 Kabupaten/Kota di Jateng, tingkat keterpilihan perempuan dalam Pemilu lalu masih di bawah 30 persen, sehingga belum sesuai dengan amanat undang-undang.

Ganjar Pranowo mengatakan hal ini kepada wartawan di Solo Rabu (13/9/2017), saat menghadiri pelatihan peningkatan kapasitas politik bagi perempuan bakal calon legislatif Pileg 2019. Melihat kondisi tersebut, Ganjar mengusulkan pelaksanaan Pemilu 2019 mendatang dilakukan dengan sistem tertutup.

Untuk bisa melaksanakan sistem tersebut dibutuhkan dukungan dari pimpinan Parpol untuk memenuhi keterwakilan perempuan di angka 30 persen. Menurutnya, jika mengejar persentase lebih baik, Pemilu Legislatif (Pileg) harus didorong dengan sistem tertutup, yaitu sesuai nomor urut. Dengan sistem tersebut, dari tiga nomor di atas harus ada satu perempuan yang ditempatkan di nomor kedua. Maka target tersebut dengan sendirinya terpenuhi.

Meski demikian, Ganjar meminta perempuan jangan minder untuk bersaing dengan laki-laki untuk duduk di legislatif. Ia mencontohkan, saat ini ada sembilan menteri perempuan dari 34 menteri di kabinet Presiden Joko Widodo. Jika minder soal pendidikan, Ganjar mencontohkan Menteri Susi Pudjiastuti yang hanya lulusan SMP. Ia pun memberikan sejumlah langkah untuk mendulang suara saat Pileg. (Bdi)
 

BERITA REKOMENDASI