Gea Idap Atresia Bilier, Butuh Cangkok Hati

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Gea Annafi Kyla Putri (3) mengidap Atresia Bilier, yakni gangguan saluran empedu pada bayi. Satu-satunya harapan Gea hidup normal hanyalah operasi cangkok hati yang ongkosnya mencapai miliaran rupiah.

Bagi pasangan suami istri asal Nilorejo Rt 01/Rw IV Desa Jetis, Jaten, Wanto-Sisti Supardiana, mengumpulkan ongkos operasi putrinya itu mustahil. Penghasilan Wanto sebagai karyawan pabrik hanya mampu memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Meski istrinya ikut cari duit, ongkos operasi Gea masih jauh dari cukup.

"Untungnya dari pabrik memahami. Saya diberi izin mengantarkan Gea setiap kali kontrol ke RS Dr Sardjito Yogyakarta. Informasinya, kebutuhan operasi anak saya ini sampai Rp 1,6 miliar. Itu belum termasuk donor hati. Lalu, istri memilih bekerja jadi pembantu di rumah makan buat tambah-tambah uang,” kata Wanto kepada di rumahnya, Senin (05/03/2018).

Diceritakan, operasi pertama Gea pada usia enam bulan untuk membuatkan saluran empedu. Belum lama ini, dokter memasang selang dari hidung menuju lambungnya untuk menyuplai susu formula khusus.   

Lantaran saluran empedu tertutup, maka empedu tak bisa mengalir keluar dari hati. Hal itu menyebabkan organ hati kehilangan fungsinya. Selama ini, Gea menghindari makanan mengandung lemak. Tanpa kandungan itu pun, kolesterol balita ini 1.200 mg/dl atau di atas ambang normal 200 mg/dl. Tak hanya itu saja, kelainan fisik mulai terlihat seperti warna kulit berubah kuning dan muncul benjolan serta perkembangan fisinya menunjukkan asupan gizi kurang.  

“Harapannya, Gea kembali sehat. Sekali sebulan kontrol ke RS Sardjito. Jika nanti jadi dicangkok hati, BPJS hanya menanggung Rp 250 juta saja. Sedangkan susu formulanya ini dibantu Yayasan Solo Peduli,” katanya.

Ia mengatakan kali terakhir Gea dioperasi sekitar sebulan lalu. Dokter mengambil sampel hatinya untuk menakar fungsi organ tersebut. Bekas irisan pisau terlihat jelas di kulitr bagian perut sebelah kanan balita itu.

Kepala Puskesmas Jaten I, Iwan Christiawan mengatakan kemungkinan bayi mengalami Atresia Bilier adalah 1:18 ribu kelahiran. Ia melihat kondisi Gea lebih baik dibanding kunjungan terakhirnya setahu lalu.

“Dulu, kulitnya berubah kuning. Kami memantaunya sejak Gea bayi. Lebih cepat ditangani lebih baik. Memang harus ada donor organ. Masalahnya, itu tidak mudah. Harus organ usia anak. Tapi, orangtua mana yang mau menyerahkan organ anaknya untuk didonorkan?” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI