Gedung BLK Bakal Disulap jadi RS Rawat Pasien Covid-19

KARANGANYAR, KRJOGJA.com -Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Karangpandan diwacanakan menampung pasien penderita corona, jika RSUD dan fasilitas kesehatan lainnya overload.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Karanganyar Purwati mengatakan penggunaan BLK diwacanakan masuk skenario gerak cepat penanggulangan virus corona. Sejauh ini, DKK masih mengandalkan RSUD dan RS swasta untuk merawat pasien. Lima RS itu adalah PKU Muhammadiyah, RS Lanuma Adisumarmo, RSU Jati Husada, RS Indo Sehat, dan RS Jafar Medika.

“Mudah-mudahan enggak meledak. Selama ini kita kerjasama dengan RS swasta. Namun jika outbreak dan meledak, akan dipertimbangkan penggunaan BLK Karangpandan,” katanya.

Di BLK Karangpandan terdapat 100 kamar yang diperuntukkan peserta pelatihan kerja program reguler maupun non reguler. Ruangan tersebut fleksibel dipakai keperluan lain seperti pendidikan calon aparatur sipil negara (ASN).

Plt Kepala Dinas Perdagangan Tenaga Kerja Koperasi dan UMKM Karanganyar, Martadi mengatakan penggunaan BLK untuk merawat pasien corona sah-sah saja. Namun demikian, ia belum menerima instruksi resminya.

“Memang diwacanakan memakai BLK. Tapi kelanjutannya bagaimana kurang tahu dan belum dibahas lebih lanjut oleh DKK,” kata Martadi.

Sedangkan penggunaan rumah susun (rusun) Brujul untuk keperluan itu, Martadi tidak menyarankannya. Menurutnya, fasilitasnya kurang memadai untuk dijadikan ruang rawat darurat.

“Kamarnya sudah penuh penghuni,” katanya.

Sementara itu di Karanganyar terdapat 24 orang dalam pemantauan (ODP). Satu diantaranya sembuh, enam pasien dalam pengawasan (PDP) di RSUD, dua PDP di RS swasta dan sisanya isolasi mandiri.

Sementara itu Pemkab Karanganyar bersama TNI dan polri menyemprot desinfektan di kantor, pasar tradisional, dan trotoar di sepanjang Jalan Lawu pada Senin pagi.

Bupati Karanganyar, Juliyatmono memberikan pengarahan ke tim Satgas Percepatan Penanganan Covid 19 sebelum kegiatan serentak itu dimulai pada Senin pagi (23/3).

“Menangani secara psikologi juga penting agar masyarakat tidak terlalu kawatir. Yang jelas, sampai saat ini, tidak ada warga Karanganyar yang terpapar virus covid 19,” ungkap Juliyatmono usai memimpin apel penyemprotan.

Ia berjanji proaktif meniarkan kabar tentang penanganan dan pencegahan virus covid 19 di Karanganyar. Ia juga meminta masyarakat dari luar Karanganyar aktif memeriksakan diri di Puskesmas sebelum memasuki Bumi Intanpari. Selanjuntnya, jika tidak terindikasi, orang dalam pemantauan diminta mengisolasi secara mandiri. Sementara itu Bupati meminta aktivitas UMKM di Taman Pancasila dan alun-alun kota libur sementara waktu. (Lim)

BERITA REKOMENDASI