Gelar Sidak, Pemkab Temukan Hotel Pakai Elpiji Melon

Editor: KRjogja/Gus

KARANGANYAR (KRjogja.com) – Tim inspeksi mendadak (sidak) Pemkab Karanganyar mengindikasi penyelewengan penggunaan elpiji ukuran tiga kilogram oleh pengusaha hotel dan penginapan kelas melati. Barang bersubsidi itu dipakai bahan bakar mesin pemanas air mandi tamu.

“Dalam sidak tim, ditemukan seperti itu. Tim sekadar melihat fakta di lapangan untuk dijadikan bahan pertimbangan pemerintah segera melakukan distribusi tertutup elpiji tiga kilogram,” kata Plt Kepala Bagian Perekonomian Setda Pemkab Karanganyar, Timotius Suryadi kepada KR

, Rabu (7/2). 

Penggunaan elpiji tabung melon untuk menggantikan energi listrik keperluan usaha perhotelan jelas-jelas melanggar peruntukannya. Namun bagi sebagian pengusaha perhotelan, hal itu memangkas ongkos operasional. Dalam distribusi elpiji melon sistem terbuka seperti sekarang, siapa pun seakan bebas membelinya dengan tanpa batasan. Penggunaan tabung gas melon oleh pengusaha perhotelan kelas melati biasanya ditemukan di kawasan wisata seperti Ngargoyoso dan Tawangmangu. Selain untuk menggantikan energi listrik, juga sering untuk memasak dan sebagainya. 

“Ke depan, seharusnya hal itu diperketat,” katanya. 

Kasubbag Perekonomian Bagian Perekonomian Setda Pemkab Karanganyar, Nur Rochmah Triastuti mengatakan penggunaan elpiji melon idealnya oleh masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yakni berpenghasilan di bawah Rp 1 juta per bulan. 
“ASN, TNI, Polri dan pengusaha atau penduduk berpenghasilan di atas Rp 1 juta per bulan disarankan mengonsumsi tabung elpiji non subsidi. 

Awas! Modus Baru, Awalnya Dekati Ibu Kost Selanjutnya Bawa Kabur Mobil

Siswa MTs YAPI Pakem Diundang ke Swedia, Apa yang Dilakukannya?

Modus Makelar Kasus, 'Brimob Ganteng' Juga Pernah Menyamar Jadi Polisi Baik
 

Menurutnya, kesadaran pengusaha kuliner membaik dengan mengurangi konsumsi barang bersubsidi dan beralih ke nonsubsidi. Pihaknya juga memastikan agen elpiji menjual tabung ukuran 5,5 kilogram dan 12 kilogram. 

Hingga bulan kedua tahun 2018 belum dirasakan kelangkaan barang atau kesulitan mendapatkan barang bersubsidi itu. Pertamina menggelontornya dengan kuota lebih banyak dibanding tahun lalu. 

“Usulan 2018 sebanyak 36.116 tabung melon per hari di Karanganyar. Namun sepertinya belum dipenuhi segitu. Hanya empat persen naiknya dari kuota harian tahun lalu 31.405 tabung melon,” pungkasnya. (Lim)
 
 

BERITA REKOMENDASI