Gembok Parkir Dibongkar Paksa, Ini yang Bakal Dilakukan Dishub

SOLO, KRJOGJA.com – Dinas Perhubungan (Dishub) tengah mempertimbangkan mengganti desain gembok parkir, terutama untuk sepeda motor yang ternyata dapat dibuka paksa baik dengan gergaji besi maupun merusak mata gembok. Selain itu, juga tengah disiapkan sistem derek kendaraan yang terkena sanksi gembok akibat melanggar rambu larangan parkir.

Kepala Dishub, Hari Prihatno, menjawab wartawan, di kantornya, Rabu (13/12/2017), mengungkapkan, hingga saat ini tercatat empat gembok parkir rusak atau hilang, akibat ulah nekad pelaku pelanggaran. Sebagian pemilik kendaraan yang terkena sanksi gembok nekad menggergaji gembok atau membuka paksa dengan merusak mata gembok ketika petugas lengah, lalu kabur dan sulit dilacak.

Saat melakukan penggembokan, tambahnya, petugas sebenarnya mencatat Nomor Pol kendaraan bersangkutan, hanya saja, saat dilakukan pelacakan, ternyata kepemilikan telah berpindah tangan, sehingga kehilangan jejak. Dari pengalaman itu, Hari menyebut, perlu mempertimbangkan lagi kemungkinan mengganti gembok yang lebih kuat, disertai perbaikan sistem penindakan dengan mengoperasikan mobil derek. Meski begitu, peralatan gembok baik untuk sepeda motor, mobil maupun truk yang tersedia saat ini, tetap akan dimanfaatkan dalam rangkaian menciptakan tertib lalu lintas, terutama dalam kaitan aktivitas parkir.

Rencananya, kendaraan yang terkena sanksi gembok, akan diderek ke Kantor Dishub, dan pembukaan gembok dilakukan setelah pemilik membayar denda sebesar Rp 100 ribu. Hingga pertengahan Desember 2017 ini, pelanggaran parkir disertai sanksi gembok, tercatat 265 kasus, atau menurun dibanding tahun 2016 yang mencapai 276 kasus. Penurunan pelanggaran memang tidak terlalu besar, ujarnya, namun hal itu setidaknya dapat dijadikan indikasi tingkat kepatuhan masyarakat dalam bidang perparkiran.

Penyediaan kantong-kantong parkir di wilayah tengah kota, memang belum memadai, karena keterbatasan lahan, hingga sebagian besar areal parkir memanfaatkan badan jalan, dengan konsekuensi daya tampung jalan raya kian tak sebanding dengan pertambahan jumlah kendaraan bermotor nyaris tak terkendali. Karenanya, manajemen perparkiran mesti disempurnakan agar tidak menjadi penyebab keruwetan arus lalu lintas, diantaranya penerapan sanksi gembok atas pelanggaran larangan parkir, perubahan sudut parkir yang semula menyerong 45 derajat menjadi vertikal, penambahan kantong parkir, dan sebagainya.(Hut)

 

 

BERITA REKOMENDASI