Gending Jawa Tandai Jam Wajib Belajar

 

SOLO, KRJOGJA.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Solo menerjunkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Perlindungan masyarakat (Linmas) memantau pelaksanaan jam wajib belajar yang kini dilengkapi sirine. Selain berpatroli, pemantauan juga dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah warga, dengan berbekal data keluarga yang memiliki anak usia sekolah di wilayah tugas masing-masing.

Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Balaikota, Selasa (04/12/2018) mengungkapkan, tidak sekadar memantau, jika perlu Satpol PP ataupun Linmas bisa ikut mendampingi anak-anak yang tengah belajar, atau setidaknya memberi dorongan semangat. Sebaliknya, jika saat pemantauan mendapati anak tak berada di rumah, petugas diminta untuk meminta keterangan orang tua, sehingga gerakan untuk mencerdaskan anak yang biasa disebut dengan istilah wasis ini berjalan efektif.

Gerakan wajib belajar, tambah pria yang akrab disapa Rudy itu, sebenarnya sudah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu, diantaranya dengan mematikan pesawat TV pada saat jam belajar dari pukul 18.30 – 21.00, dan orang tuas mendampingi anak masing-masing. Hanya saja, pelaksanaan relatif belum tertata, sebab lebih mengedepankan kesadaran masyarakat. 

"Sekarang sudah disempurnakan, diantaranya pemasangan sirine yang mengumandangkan gending Jawa berjudul wajibe Dadi Murid, selain pula pengerahan petugas pemantau," jelasnya.

Hanya saja, pemasangan sirine yang akan berbunyi secara otomatis setiap hari mulai pukul 18.30 hingga 21.00, baru melingkupi 15 kelurahan, dan tahun 2019 mendatang bertambah dengan 10 kelurahan atau sekitar 50 persen dari jumlah kelurahah di Solo. 

Rudy berharap, setiap gending Jawa bertajuk Wajibe Dadi Murid berkumandang pada pukul 18.30, orang tua yang memiliki anak usia sekolah, segera mematikan pesawat TV dan telepon seluler, dan mendampingi anak masing-masing untuk belajar, hingga jam wajib belajar berakhir pukul 21.00 yang ditandai dengan tengara sama. (Hut)

BERITA REKOMENDASI