Gerakan Jogo Konco Peduli Isolasi Mandiri Pasien Covid-19

Editor: Ivan Aditya

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Tim rescue Ormas Pemuda Pancasila (PP) Karanganyar memotori gerakan Jogo Konco. Yakni gerakan peduli warga terdampak Covid-19 melalui aksi kemanusiaan oleh anggota ormas ini.

“Ada tim rescue kemanusiaan di PP. Kita ada fasilitas ambulans. Selama sepekan terakhir, menggerakkan Jogo Konco. Jaringan pertemanan di WA group dipantau. Juga informasi yang beredar. Siapa dari keluarga besar PP Karanganyar yang isoman, langsung dibantu dengan sembako. Itu iuran dari anggota sendiri,” kata Ketua Ormas PP Karanganyar, Disa Ageng Alifven, Jumat (13/07/2021).

Ormas ini memiliki ribuan anggota dan simpatisan dari 17 kecamatan di Karanganyar. Di masa pandemi, kegiatan rutin PP secara tatap muka memang dihentikan. Namun para anggota masih tetap berkomunikasi via media sosial. Kondisi kesehatan masing-masing pun terpantau.

Disa mengatakan Jogo Konco diartikan menjaga kondisi teman dan membantunya bangkit dari keterpurukan akibat wabah. Logistik sembako dikumpulkan di Posko PP Karanganyar di Desa Ngringo Karanganyar.

Kemudian disalurkan ke penerima melalui koordinator lapangan masing-masing. Satgas Jogo Konco juga mengupayakan kebutuhan isoman seperti masker, hand sanitizer hingga mendaftarkannya rawat inap ke RS. Kalau memungkinkan juga penyediaan oksigen medis.

“Silakan menghubungi korlap PP terdekat jika membutuhkan bantuan. Ini yang harus kita lakukan untuk membantu teman yang sedang kesusahan,” katanya.

Sementara itu mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih membagikan alat pelindung diri ke pedagang pasar tradisional dan relawan kemanusiaan. Ia berharap pemakaian APD secara tepat mampu mencegah kalangan rentan itu tertular Covid-19.

“Saya melihat pedagang makanan di pasar pakai tangan telanjang melayani pembeli. Padahal itu riskan. Bahkan ada yang tanpa masker wajah. Saat saya tanya kenapa enggak pakai, alasannya sayang duitnya. Mendingan dipakai kebutuhan lain. Saya sampai trenyuh mendengarnya,” kata Rina disela pembagian APD.

Tanpa berpikir dua kali, ia berbelanja APD untuk dibagikan ke mereka. Jenisnya masker medis, sarung tangan karet, hand sanitizer, tisu dan sebagainya. Ia mengaku tak kesulitan mendapatkan APD dalam jumlah banyak. Hanya saja, harganya memang sedang tidak normal. “Berapapun monggo. Saya beli. Asalkan barangnya ada. Ini mendesak,” katanya.

Rina mengakui kebutuhan mendesak saat ini adalah oksigen medis. Meski berniat membelinya, namun ia mengurungkan niat. Sebab stok di penyedia sudah habis. Ia mempercayakan pembagian APD ke relawan Ormas Pemuda Pancasila, masing-masing pasar dijatah 10 dus masker medis dan lima dus sarung tangan karet.

Lebih lanjut dikatakan, Rina mengusulkan penanganan Covid-19 dengan melibatkan masyarakat umum yang dikoordinasi pejabat yang berdomisili di daerah. “Dulu saat saya masih menjabat bupati, pejabat eselon yang domisili daerah secara otomatis menjadi korwil. Misalnya terjadi bencana alam, dia juga wajib berperan menggerakkan masyarakat,” katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI