Gerindra Rombak Total Pengurus

SRAGEN (KRjogja.com) – Partai Gerindra bakal melakukan reshuffle atau perombakan besar-besaran pengurus partai yang tidak aktif. Langkah itu dilakukan sebagai persiapan menghadapi pemilu legislatif (Pileg) 2019 yang sudah di depan mata. 

"Perombakan Itu bukan isu, tapi memang amanat partai yang harus dijalankan. Tidak hanya di Sragen, tapi merata di seluruh Jawa Tengah. Saat ini masih tahap evaluasi, dan pengurus yang tidak aktif harus diganti. Perombakan juga memberikan kesempatan kepada kader lain untuk membeirkan kontribusi ke partai," ujar Pengurus DPP Partai Gerindra, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, saat acara di Sambirejo, Sragen, Minggu (27/11/2016).

Sebelum mengisi acara Empat Pilar Kebangsaan di Balai Desa Kadipiro, Kecamatan Sambirejo, putri Hashim Djoyohadikusumo ini menyampaikan, rencana pergantian kepengurusan partai ini tidak hanya terjadi di Sragen. Tapi hampir semua DPC Gerindra kabupaten/kota di Indonesia mengalami hal serupa. Salah satu tujuan reshuffle adalah memberi peringatan bagi anggota yang tidak aktif. Sekaligus memberi kesempatan kepada kader yang lain untuk berperan di partai.

Saat disinggung apakah kursi Ketua DPC Partai Gerindra Sragen akan diberikan kepada Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati sebagai salah satu kader terbaik, Rahayu mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin dilakukan. Selama ini, Bupati Sragen tersebut sudah duduk di kepengurusan DPD Partai Gerindra Jawa Tengah sebagai Wakil Ketua. "Kalau Mbak Yuni sudah di kepengurusan DPD Jateng, jadi tidak mungkin di DPC. Tunggu saja keputusan resmi dari DPP," tandasnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI