Semangat Berbagi! Giliran Petani Lereng Merapi-Merbabu Sumbang Sayuran Pasien Isoman

Editor: Agus Sigit

KARANGANYAR, KRjogja.com – Paket sayuran dan bahan makanan kembali disalurkan ke warga terdampak PPKM darurat serta pasien Covid-19 yang sedang menjalani isolasi mandiri. Kali ini, SAR Kabupaten Karanganyar menyalurkan ke sasaran dengan jumlah lebih banyak.

Jenis sayurannya bervariasi mulai kacang panjang, kol, terung, sawi, wortel, tomat dan cabai. Lalu ditambah telur ayam, beras, minyak goreng, susu kental manis dan kecap. Para donatur dari komunitas maupun personal. SAR Karanganyar yang bertugas mengumpulkan donasi, mengemas dan mendistribusikannya telah melakukan tiga kali pengiriman. Pada pendistribusian kali ini mampu membagi 800 paket ke 17 titik.

Adapun sumber donasi diantaranya dari anggota SAR, Isuzu Panther Karanganyar (IPK), Paspampres Grup II Kopassus Kartasura, Sate Pak Ali, Bagana, warga Jenawi, warga Blumbang, warga Tambak dan sebagainya.

“Siapa saja yang berlebih rezeki, silakan mendonasikan. Bisa secara pribadi ke penerima maupun ke SAR agar dikoordinasi. Alhamdulilah untuk pengiriman ketiga ini, jumlah paket lebih banyak. Donatur juga ada dari luar Karanganyar. Seperti petani sayur dari Selo, Boyolali,” kata Komandan SAR Karanganyar, Prihanto kepada wartawan di sela melepas armada pengangkut paket bantuan di markas SAR Karanganyar, Jumat (20/8).

Sekadar tahu, wilayah Selo, Boyolali yang merupakan lereng Gunung Mjerapi-Merbabu menghasilkan sayur mayur berkualitas sebagaimana dari lereng Gunung Lawu.

Jangka waktu dua pekan dari pengiriman sebelumnya dimanfaatkan menata logistik dan mendata sasaran. Paket sayuran dan bahan makanan tertuju sejumlah kecamatan yang memiliki warga kurang mampu terdampak PPKM serta terpapar Covid-19. Jatahnya antara 5-80 paket tiap titik sesuai pengajuan.

“Masih mengalir pengajuannya. Di luar 800 paket itu, kami sengaja menyisakan beberapa di markas. Jika saja ada permintaan maka langsung dilayani dari stok tersisa,” katanya.

Lebih lanjut dikatakan, jumlah paket bantuan di gelombang ketiga lebih banyak dibanding dua gelombang sebelumnya yang masing-masing 400 paket.

Terkait semangat gotong royong warga membantu korban pandemi, pemerintah juga terus mendorong kolaborasi aktif semua pihak, khususnya masyarakat luas, dalam upaya penanganan pandemi COVID-19, salah satunya dengan berpartisipasi dan dan saling membantu dalam memberikan donor plasma konvalesen bagi yang membutuhkan.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyatakan bahwa gotong royong selalu menjadi kunci utama untuk mengantarkan bangsa Indonesia keluar dari berbagai situasi sulit. Dalam konteks pandemi saat ini, menurutnya hal itu kian relevan dan dibutuhkan.

“Gotong royong dan saling bahu membahu dalam membantu sesama merupakan modal sosial kuat yang dimiliki bangsa Indonesia. Di situasi seperti inilah semangat gotong royong kian dibutuhkan, salah salah satu bentuk nyata yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan berkontribusi melalui donor plasma konvalesen,” ujar Menkominfo Johnny, Jumat (27/8/2021).

Saat ini banyak masyarakat yang kesulitan mencari donor plasma darah konvalesen. Namun banyak masyarakat yang harus menunggu lama untuk mendapatkan donor plasma konvalesen, bahkan hingga harus menyampaikan permintaan di media sosial untuk mencari pertolongan.

Melihat kondisi tersebut, Menteri Johnny mengapresiasi berbagai inisiatif masyarakat dan tenaga medis dalam memberikan donor plasma konvalesen kepada para pasien COVID-19. (Lim/Git)

 

 

BERITA REKOMENDASI