Gropyokan Tikus Digencarkan, Desa Mulai Alokasikan Anggaran

Editor: Ary B Prass

SRAGEN, KRJOGJA.com – Maraknya insiden petani tewas kesetrum jebakan tikus membuat gropyokan menjadi solusi yang harus dihidupkan kembali. Pihak desa diminta mengalokasikan anggaran untuk menghidupkan gropyokan tikus tersebut.
Bupati Sragen periode 2001-2011, Untung Wiyono meminta agar petani kembali digerakkan menggencarkan kegiatan gropyokan tikus secara serentak. Dinas terkait harus bisa proaktif menggerakkan melalui kelompok tani atau desa setempat untuk kegiatan itu.
Ayah Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati itu menyebut gropyokan harus dilakukan secara rutin setiap pasca panen. Hal itu dinilai jauh lebih efektif untuk memutus mata rantai populasi tikus yang beberapa tahun terakhir seolah tak terkendali. “Saya berharap gropyokan kembali digencarkan. Setiap habis panen semua desa atau petani digerakkan melakukan gropyokan secara serentak. Sehingga mata rantai populasi bisa terkendalikan,” ujarnya.
Untung menjelaskan untuk menggerakkan animo petani, dinas atau pemdes bisa memberikan stimulan dalam bentuk apresiasi apapun. Yang terpenting, semangat petani bisa dibangkitkan untuk melakukan pemberantasan tikus dengan serempak. “Kemudian pemberdayaan predator alam yakni burung hantu juga diperlukan. Itu juga penting menjaga ekosistem alam. Tapi yang utama tetap harus digencarkan gropyokan,” tandasnya.

BERITA REKOMENDASI