Guru Dituntut Kembangkan Kompetensi

SOLO, KRJOGJA.com – Ketua Progresif Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Mandiri (P2KBM) Kota Solo, Eny Wiji Lestari mengatakan secara umum guru masih dihadapkan berbagai persoalan dalam melaksanakan pengembangan diri melalui penelitian di kelas diantaranya terkait waktu dan biaya.

"Mereka dihadapkan keterbatasan waktu dan pembiayaan baik dari pemerintah maupun sekolah tempat guru bertugas,” kata Eny disela Diklat KTI Ke-1 2019 di Red Chillies Hotel Solo, Minggu (06/01).

Padahal para guru wajib mengembangkan kompetensi salah satunya profesionalisme seperti yang diatur dalam Peraturan Bersama Menteri Pendidikan Nasonal dan Kepala BAKN No. 14 Tahun 2010 dan No 03/V/PB/2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Jabatan Fungsional Guru dan Angka Kredit.

“Banyak guru yang kesulitan naik pangkat. Mereka di hadapkan pada permasalahan dalam mendapatkan nilai. Dalam naik pangkat, harus ada syarat tertentu yang harus dipenuhi. Selain nilai pembelajaran, guru juga harus memenuhi syarat membuat penelitian ilmiah, karya inovatif, dan pengembangan diri,” tandasnya.

Menurut Eny, kesulitan para guru dalam menyusun PTK adalah perbaikan pembelajaran di kelas yang akan dituangkan dalam sebuah penelitian. Sebenarnya, guru sering menemui hambatan dengan model pembelajaran yang dilakukan di kelas. Namun mayoritas guru tidak memahami bahwa hambatan tersebut dapat menjadi sebuah rumusan masalah dalam penelitian.

Hambatan lain,  tambah Eny, kurangnya motivasi dalam diri guru untuk menyusun PTK. Yang memprehatinkan padahal penyusunan PTK bersifat wajib dan berperan untuk menaikkan golongan.(Qom)

BERITA REKOMENDASI