Guru Paud Perlu Pahami Motorik, Ini Maksudnya

SOLO, KRJOGJA.com – Guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD di Kota Solo dan sekitarnya dilatih memahami aktivitas motorik anak sejak dini. Kegiatan yang digelar Pusat Studi Jepang (PSJ) Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ini untuk mengubah pola pikir guru-guru PAUD.

“Kami berharap lewat workshop sosialisasi practical knowledge mengenai aktivitas motorik dapat mengubah pola pikir guru-guru PAUD untuk mulai memfokuskan aktivitas fisik atau motorik bagi anak-anak usia dini di lembaganya," jelas Ketua P2M PSJ LPPM UNS, Murni Ramli, Sabtu (14/12).

Menurutnya, pemahaman guru PAUD mengenai aktivitas motorik anak sangat penting sebab dalam masa pertumbuhannya, anak diperlukan ruang dan kesempatan untuk bebas bergerak. PSJ sangat menaruh perhatian terhadap pola didik PAUD di Indonesia yang dinilai belum memberikan kesempatan dan ruang bagi anak untuk melakukan aktivitas fisik secara bebas.

Sejak 2013 Murni Ramli dan kawan kawan sudah melakukan penelitian terhadap perilaku dan aktivitas motorik anak yang telah diterapkan Jepang. Hasil penelitiannya sebagian telah disosialisasikan kepada PAUD yang ada di Klaten, Sukoharjo, Salatiga, dan Solo melalui kegiatan pengabdian masyarakat sejak 2014.

Ternnyata guru-guru PAUD yang mengajar di KBIT RA Permata Hati dan KB-TKI Azzahra antusias dan menyambut baik pemaparan materi dari Tim P2M PSJ. Dalam beberapa penelitian, keterkaitan erat antara kegiatan fisik motorik dengan kecerdasan anak sudah dibuktikan. Belajar bagi anak usia dini adalah melalui proses bermain dan bukan dengan aktivitas duduk di dalam kelas.

"Karena pada dasarnya aktivitas alamiah anak-anak adalah bergerak,” tambah salah satu anggota tim Dyah Yuni Kurniawati. Tim yang terdiri Murni Ramli, Ed. D, Dyah Yuni Kurniawati MSn, dan Teguh Endah Saraswati PhD secara intens dan terukur telah melakukan workshop mulai 31 Agustus hingga 12 Desember 2019. (Qom)

BERITA REKOMENDASI