Hadiri Dies Natalis 46 UNS, Presiden Jokowi : Riset Harus Cepat Berubah 

Editor: Agus Sigit

SOLO, KRJOGJA.com – Presiden Joko Widodo mengingatkan ilmu pengetahuan berkembang sangat cepat yang harus diikuti program pendidikan yang dinamis dan cepat. Begitu juga riset-riset yang dilakukan harus cepat berubah sesuai tantangan zaman yang ada.

“Kita sekarang berkejar-kejaran. Dalam urusan SDM hanya punya waktu dua tahun untuk mengejar. Kita berani berubah nggak dalam dua tahun. Kalau hendak cepat berubah dalam bonus demografi 2030-2035 habis kita,” kata Jokowi di depan sidang senat terbuka peringatan dies natalis 46 Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jumat (11/3).

Di depan para menteri, Presiden Jokowi juga sudah berhitung berkalkulasi. “Kita hanya punya kesempatan berubah dalam dua tahun. Karena bonus demografi muncul pada 2030-2035. Sumber daya manusia di bidang digital, digital talent, digital marketing sangat penting dan harus kita miliki untuk mengantisipasi perubahan,” kata Jokowi.

Ia menyatakan setuju adanya program Kampus Mendeka. Karena mahasiswa bisa belajar dimana dan kapan saja dan dengan siapa saja. Kampus yang mengarahkah. “Saya senang mahasiswa bisa belajar di industri satu semester. Ini artinya industri menjadi bagian universitas. Nanti ada juga program praktisi di tarik ke kampus. Program tersebut akan mentriger perubahan perubahan.”

Presiden juga menyoroti keberadaan program studi di perguruan tinggi. Menurutnya, program studi hanya relevan dalam 5 tahun. Namun kenyataannya banyak program studi yang dalam 20-30 tahun tidak berubah. “Pembubaran program studi sulit. Pembentukan program studi baru juga sulit. Padahal kewenangan sudah didilegasikan ke PTNBH.”

Dalam dies natalis 46 UNS, Presiden Jokowi juga meresmikan bangunan baru tower 11 yang diberi nama gedung Ki Hajar Dewantara. UNS juga memberikan penghargaan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati  atas prestasi di bidang kebijakan fiskal yang berkeadilan.

Sri Mulyani dinilai memiliki komitmen dalam menangani dampak ekonomi dari pandemi covid 19 melalui kebijakan fiskal berkeadilan. Penghargaan Parasamya Anugraha Dharma Bhakti Upa Bhaksana diserahkan rektor Prof Dr Jamal Wiwoho didampingi Ketua Senat Prof Dr Adi Sulistiyono. (Qom)

BERITA REKOMENDASI