Hama Mengganas, Hasil Panen Merosot

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN (KRjogja.com) – Sejumlah petani di Kabupaten Sragen mengeluhkan penurunan hasil panen padi pada musim tanam kedua tahun ini. Mengganasnya serangan hama wereng dan hama kresek membuat hasil panen merosot drastis hingga 50 persen.

Penurunan hasil panen ini diungkapkan petani di sejumlah kecamatan seperti Gondang, Tanon, Sidoharjo, dan beberapa kecamatan lainnya. "Di Gondang, penurunan hasil panen sekitar separuhnya. Bahkan ada yang anjlok sampai 70 persen. Sawah saya saja yang biasanya sepatok menghasilkan 3 ton, hanya dapat 1 ton. Punya petani lain juga hampir sama, yang biasanya seperempat hektare bisa dapat 1,8 ton, sekarang cuma bisa 1 ton. Hampir semua petani menangis saat ini," ujar Bambang Widjo Purwanto, petani yang juga Wakil Ketua DPRD asal Gondang, Selasa (13/6).

Menurut Bambang, penurunan hasil panen kali ini tak lepas dari serangan wereng dan kresek yang mengganas dalam beberapa waktu terakhir. Anjloknya produksi juga berpengaruh pada harga tebasan padi yang merosot drastis dari biasanya Rp 7 juta untuk seperempat hektare, sekarang tinggal Rp 3-4 juta saja.

Bambang menyayangkan minimnya tindakan petugas dalam melakukan pengawasan dan pencegahan sehinga serangan hama wereng maupun kresek meluas. Akibatnya, upaya pengendalian dari petani akhirnya tidak berarti banyak ketika serangan sudah terlanjur parah dan menyebar luas.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sragen, Muh DJazairi tidak menampik kondisi serangan hama wereng dan kresek yang terjadi pada musim tanam ini. Namun untuk penurunan produktivitas padi, ia meyakini tak sampai 50 persen, tapi hanya sekitar 20 persen. (Sam)

BERITA REKOMENDASI