Hambat Proyek Tol, Rumah Dirobohkan Paksa

Editor: KRjogja/Gus

SRAGEN, KRJOGJA.com – Satu bangunan rumah di Desa/Kecamatan Sambungmacan, Sragen, terpaksa dirobohkan secara paksa oleh petugas, Selasa (22/12). Hal ini dikarenakan penghuni atau penyewa rumah enggan mengosongkan bangunan yang akan digunakan untuk proyek Exit Tol Timur Sragen.

Padahal pemilik bangunan sudah menerima ganti untung dari pemerintah sebesar Rp 2,5 miliar. Bangunan itu dihancurkan paksa lantaran keberadaannya menghambat proyek exit tol. Konflik berkepanjangan antara penyewa dan pemilik bangunan, menjadi pemicu si penyewa enggan angkat kaki.

Pantauan di lapangan, penghancuran bangunan rumah di tepi jalan raya Sragen-Ngawi itu diawasi oleh puluhan aparat gabungan. Ada Satpol PP, TNI, Polri dan beberapa pihak terkait. Bangunan dirobohkan menggunakan mesin eskavator atau buldozer besar. Sekali hantam, alat berat itu merobohkan bangunan rumah.

Meski penyewa sempat melakukan perlawanan kecil, tak menghentikan proses penghancuran. Hingga kemudian bangunan rumah itu rata tanah dan roboh tak tersisa. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan tanah exit tol Sragen timur, Dian Hardiansyah mengatakan perobohan terpaksa dilakukan karena keberadaan bangunan itu menjadi penghambat pembangunan exit tol.

BERITA REKOMENDASI