Hand Sanitizer Langka, UNS Produksi Sendiri

Editor: Agus Sigit

SOLO, KRJOGJA.com – Kelangkaan hand sanitizer di pasaran mendorong dosen Program Studi D3 Farmasi Sekolah Vokasi (SV) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo untuk menproduksi pencuci tangan yang sangat dibutuhkan masyarakat menyusul Solo dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) Corona.

Melalui Riset Group Farmasi Terapan, Dosen D3 Farmasi SV UNS, berhasil membuat hand sanitaizer dengan harga terjangkau. Riset dilakukan Heru Sasongko, S.Farm MSc Apt, Sholichah Rohmani SFarm MSc Apt, Dian Eka Ermawati SFarm MSc Apt, Anif Nur Artanti SFarm MSc Apt dan Wisnu Kundarto SFarm Apt MBiomed.

Mereka dalam waktu relatif cepat berupaya menghasilkan produk kesehatan yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Ketika produknya digelar pada pameran produk di Danau UNS, 12-13 Maret lalu langsung diserbu pengunjung. Dalam waktu tidak lebih dari 1 jam, 300 botol ludes.

“Sekarang banyak pesanan handsanitizer yang diterima disamping akan digunakan sendiri di lingkungan UNS,” jelas Heru, Kamis (19/3). Melalui pendanaan PNBP 2020, Prodi D3 Farmasi SV berencana mengembangan lagi dari produk yang telah dipamerkan. Untuk membuat hand Sanitizer ukuran satu botol kecil hanya bermodal Rp 10.000.

Menurutnya, Prodi D3 Farmasi SV UNS ditantang menyediakan 3.000 botol hand sanitizer untuk seluruh sivitas akademika UNS. Hand sanitizer yang dibuat memiliki fungsi yang sama yaitu bisa membunuh kuman atau bakteri. (Qom)

 

BERITA TERKAIT