Harga Cabai di Sragen Benar-benar ‘Pedas’

Editor: Ivan Aditya

SRAGEN, KRJOGJA.com – Harga cabai rawit merah terus meroket beberapa hari terakhir. Di Pasar Bunder Sragen, harga cabai mengalami lonjakan dari yang awalnya Rp 86 ribu perkilogram melonjak jadi Rp 96.000, bahkan beberapa pedagang ada yang menjual sampai Rp 100 ribu perkilogram.

Para pedagang mengaku tak berdaya melawan kenaikan harga yang meroket tajam hanya dalam hitungan hari tersebut. Salah seorang pedagang cabai di Pasar Bunder, Yuli (44) kepada wartawan Kamis (25/02/2021) mengatakan, lonjakan harga cabai merah jenis sret tercatat paling tinggi. “Cabai rawit sret (merah) yang paling tinggi, harganya sampai kisaran Rp 86 ribu per kilogram, bahkan ada yang jual sampai Rp 100 ribu,” ujarnya.

Menurut Yuli, sebelumnya harga cabai rawit merah ini di kisaran Rp 76 ribu rupiah. Kenaikan harga sebesar itu terjadi hanya dalam kurun empat hari terakhir. Bahkan kecenderungannya terus mengalami kenaikan hampir tiap hari.

Yuli memperkirakan, lonjakan harga cabai rawit merah ini diakibatkan berkurangnya pasokan dari petani. Kondisi cuaca sedikit banyak mengganggu produktivitas tanaman cabai milik petani.

“Panen dari petani kurang maksimal karena faktor cuaca yang hujan terus. Kalau langka sih tidak, semua pasar butuh sehingga mau nggak mau harganya ikut dari sananya (kulakan),” terangnya.

Lonjakan harga cabai ini, lanjutnya, membuat masyarakat enggan membeli cabai merah rawit. Dirinya terpaksa mengurangi kulakan hingga separuh daripada biasanya. “Empat hari yang lalu saya masih bisa jual satu ton per hari. Hari ini cuma berani ambil lima kuintal saja,” imbuhnya.

Sementara untuk harga cabai jenis lain cenderung stabil. Yuli mencatat hanya cabai merah besar yang turut naik dari harga Rp 20 ribu menjadi Rp 29 ribu per kilogram. “Sejak awal tahun ini harga cabai rawit merah memang cenderung tinggi. Tidak seperti tahun lalu yang berada di kisaran harga Rp 50-60 ribu,” tambahnya.

Lonjakan harga cabai rawit juga dialamai pedagang lain, Sarmi (41). Tingginya harga ini diakuinya membuat pelanggan enggan membeli cabai rawit merah. “Harganya memang naik. Itu kalau di kelas eceran kemungkinan sudah sampai Rp 100 ribu perkilogram. Saya yang biasanya sehari bisa jual satu kuintal kini hanya berani kulak 70 kilogram,” terangnya. (Sam)

BERITA REKOMENDASI