Harga Cabai Melejit, Pembelian Malah Merosot

KARANGANYAR, KRJOGJA.com – Mahalnya harga cabai membuat daya beli masyarakat menurun. Penjual eceran cabai di pasar tradisional terpaksa mengurangi dagangan karena khawatir merugi. 

"Cabai rawit merahnya mahal sekali. Tadi ditawarkan Rp 80 ribu perkilo. Sudah beberapa hari ini enggak jadi beli cabai karena enggak mampu kalau segitu. Terpaksa enggak nyambel," kata pembeli di Pasar Nglano, Tasikmadu, Fia (26) kepada KR.

 
Tak hanya jenis cabai merah yang meroket. Namun jenis lainnya ikut terdongkrak seperti cabai rawit hijau Rp 65 ribu per kilogram dan cabai keriting Rp 60 ribu per kilogram. Harganya pada pekan lalu masih separuhnya. 

Penjual sayur dan bumbu dapur di Pasar Nglano, Sutirah (50) mengaku sengaja mengurangi stoknya. Ia tak mau menanggung rugi karena cabainya tidak laku. 

"Harga cabai mahal. Pembeli kaget. Malah tidak jadi beli. Mendingan harga normal, yang beli ada. Biasanya kulakan lima kilo. Sekarang sekilo saja, masih sisa. Kalau kulakan banyak-banyak takutnya busuk karena enggak laku," katanya. 

Harga cabai 'menggila' dirasakannya empat hari terakhir. Meski demikian, pemasok tak mempersulit suplai. "Pasokan lancar. Hanya harganya yang tinggi," katanya. 

Sementara itu petani cabai jenis beauty asal Jaten, Andi Kurniawan menganggap usahanya spekulatif. Ia berani menanggung risiko gagal panen karena berharap harga cabai terus meroket. (Lim

BERITA REKOMENDASI