Harga Cabai Rawit Merah di Sukoharjo Tembus Rp 60.000/Kg

Editor: Ivan Aditya

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Cuaca ekstrem hingga mengakibatkan bencana alam mempengaruhi harga cabai mengalami kenaikan. Banjir dan kerusakan tanaman mengakibatkan pasokan cabai dari petani ke pedagang menjadi terbatas. Kenaikan harga juga terjadi pada bawang merah.

Pedagang Pasar Kartasura Yanti, Selasa (07/12/2021) mengatakan, harga sebelumnya untuk cabai merah besar Rp 25.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp 25.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp 17.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp 20.000 per kilogram. Harga cabai kemudian mengalami kenaikan cabai merah besar Rp 35.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp 35.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp 22.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp 22.000 per kilogram.

Kenaikan masih terus terjadi pada awal Desember ini. Cabai merah besar Rp 40.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp 40.000 per kilogram, cabai rawit merah Rp 60.000 per kilogram, cabai rawit hijau Rp 45.000 per kilogram.

Kenaikan harga cabai terjadi karena pasokan dari petani ke pedagang terbatas. Selain itu pembelian masyarakat stabil cenderung meningkat. Kondisi tersebut terjadi karena faktor cuaca ekstrem hingga mengakibatkan bencana alam.

Beberapa daerah andalan penghasil cabai terpengaruh peningkatan curah hujan hingga mengakibatkan banjir. Akibatnya banyak tanaman cabai rusak. Bahkan cabai yang siap panen ikut terpengaruh mengalami penurunan kualitas.

Yanti mengatakan, kondisi tersebut sudah terjadi sejak November lalu hingg awal Desember ini. Kenaikan harga cabai paling tinggi terjadi pada cabai jenis rawit merah mencapai Rp 60.000 per kilogram. Harga tertinggi berikutnya cabai rawit hijau Rp 45.000 per kilogram.

“Apabila cuaca ekstrem terus seperti ini dan terjadi peningkatan curah hujan maka harga cabai akan terus naik. Sekarang naik tinggi dan tertinggi cabai rawit merah Rp 60.000 per kilogram,” ujarnya.

Akibat cuaca ekstrem Yanti mengatakan, banyak pasokan cabai dalam kondisi rusak diterima dari petani. Meski begitu barang tetap diterima dan akan disortir berdasarkan kualitas cabai untuk selanjutnya dijual ke masyarakat.

Yanti menambahkan, akibat cuaca ekstrem juga mempengaruhi kenaikan harga bawang merah Rp 2.000 per kilogram. Sebelumnya harga bawang merah Rp 18.000 per kilogram sekarang naik menjadi Rp 20.000 per kilogram. Kenaikan terjadi karena tingginya permintaan masyarakat disaat pasokan dari petani terbatas.

“Untuk bawang merah sebelumnya harga sangat tinggi Rp 26.000 per kilogram namun sempat turun menjadi Rp 16.000 per kilogram karena pengaruh panen raya yang mengakibatkan stok melimpah. Kemudian perlahan naik Rp 18.000 per kilogram dan sekarang Rp 20.000 per kilogram terpengaruh cuaca ekstrem akibat hujan deras berpengaruh pada tanaman bawang merah,” lanjutnya.

Lurah Pasar Ir Soekarno Sukoharjo Widadi Nugroho mengatakan, harga beras termurah Rp 8.500 per kilogram, beras medium Rp 10.000 per kilogram, beras premium Rp 11.000 per kilogram, gula pasir Rp 12.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp 19.000 per liter, minyak goreng kemasan Rp 18.500 per liter hingga Rp 19.000 per liter, daging ayam Rp 32.000 per kilogram, telur ayam Rp 21.000 per kilogram, bawang putih honan Rp 22.000 per kilogram, bawang putih kating Rp 25.000 per kilogram. (Mam)

BERITA REKOMENDASI