Harga Daging Ayam Turun, Pedagang Merana

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Harga daging ayam dan telur ayam turun drastis karena sepinya pembeli terdampak penyebaran virus corona. Kondisi tersebut dikeluhkan pedagang terlebih lagi menjelang puasa Ramadan. Stok dua jenis bahan pokok tersebut sekarang melimpah.

Pedagang daging ayam di Pasar Kartasura Yatmi, Selasa (7/4) mengatakan, stok daging ayam melimpah. Namun kondisi sekarang sangat sepi pembeli. Akibatnya harga daging ayam turun drastis dari sebelumnya sekitar Rp 33 ribu per kilogram sekarang menjadi Rp 28 ribu per kilogram.

Penyebab kondisi tersebut karena dampak penyebaran virus corona yang membuat masyarakat khawatir beraktivitas di luar dan memilih tinggal di rumah. Selain itu dampak virus corona juga membuat berbagai kegiatan hajatan sepi. Terlebih lagi setelah muncul larangan dari pemerintah terhadap kegiatan kerumunan massa.

“Pembeli sepi karena terdampak penyebaran virus corona. Pasar jadi sepi apalagi sudah tidak ada orang hajatan. Daging ayam yang biasanya banyak dicari sekarang sepi,” ujarnya.

Yatmi mengaku prihatin terlebih lagi menjelang puasa Ramadan dimana setiap tahun pada kondisi ini harga daging ayam selalu mengalami kenaikan. Pedagang juga menikmati panen dengan keuntungan melimpah. Namun sekarang terjadi sebaliknya stok melimpah namun sepi pembeli.

BERITA REKOMENDASI