Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu Kartasura Mogok Massal

Editor: KRjogja/Gus

SUKOHARJO, KRJOGJA.com – Mogok massal tidak produksi dan tidak berjualan di pasar dilakukan perajin tahu asal Desa Ngabeyan dan Kelurahan Kartasura, Kecamatan Kartasura disebabkan karena tingginya harga bahan baku kedelai dan minyak goreng. Kondisi tersebut membuat perajin mengalami kesulitan produksi dan mengadukan masalah tersebut ke DPRD Sukoharjo. Perajin berharap pemerintah segera turun membantu menyediakan bahan baku murah.

Perwakilan Komunitas Tahu Tempe Kartasura, Puryono, Senin (4/1) mengatakan, aksi mogok massal dilakukan perajin tahu di Kecamatan Kartasura sebagai bentuk protes atas mahalnya kebutuhan bahan baku produksi tahu. Sebab kondisi sekarang harga kedelai dan minyak goreng sangat tinggi dan sudah mengalami kenaikan.

Aksi mogol massal dilakukan perajin selama satu hari saja Senin (4/1) dengan tidak melakukan produksi dan berjualan tahu di pasar. Para perajin menghentikan total semua aktivitas karena tingginya harga bahan baku. Perhitungan perajin diketahui kenaikan kedelai dan minyak goreng sekitar 150 persen.

Sebagai bentuk protes tersebut perwakilan perajin tahu di Kecamatan Kartasura mengadukan masalah dengan mendatangi gedung DPRD Sukoharjo. Dihadapan para wakil rakyat, perajin tahu mengungkapkan harga kedelai melambung tinggi dari harga normal Rp 6.500 per kilogram menjadi Rp 9.000 per kilogram. Begitu juga harga minyak goreng dimana harga normal Rp 9.000 per liter menjadi Rp 13.500 per liter.

Tingginya harga bahan baku produksi tahu berupa kedelai dan minyak goreng membuat beban perajin bertambah. Disisi lain keuntungan yang didapat juga berkurang karena harus menutup besarnya biaya produksi. Akibat lain membuat produksi tahu yang dibuat perajin berkurang.

BERITA REKOMENDASI