Harga Mulai Melambung, Daging Basah Masih Ditoleransi

KARANGANYAR, KRJOGJA.com –Kualitas daging ayam dan daging sapi yang dijual di lima pasar tradisional di Kabupaten Karanganyar membaik. Meski demikian, petugas Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) masih mendapati penjualan daging basah.

"Untuk membuat daging terlihat segar, biasanya dicelup ke air. Penjual hanya berniat memperbaiki tampilan luarnya. Tidak untuk menambah berat daging. Walaupun faktanya berat bertambah, tapi sedikit sekali. Secara kesehatan, tidak merugikan. Tapi tinggal bagaimana pembeli menyikapinya. Bisa saja itu merugikan dia," kata Staf Kesehatan Hewan Disnakkan Karanganyar, Fathurrahman, Minggu (26/5). 

Dalam sidaknya di Pasar Tawangmangu dan Pasar Jungke, tim mendapati daging dibasahi atau celup marak dijual. Sidak Disnakkan diampu tiga tim di Pasar Gondangrejo, Pasar Nglano, Pasar Palur, Pasar Karangpandan dan Pasar Tawangmangu, 20-24 Mei 2019. Pada sidak dalam rangka pengawasan peredaran pangan di ramadan, tim tidak lagi mendapati penjualan daging tiren (busuk), gelonggongan dan kepala merah.  "Cara pemotongan cukup bagus. Enggak ada kepala merah atau darah mengalir keluar tidak lancar. Secara umum, tahun ini membaik dibanding tahun lalu. Daging celup masih ditoleransi," katanya. 

Medik Veteriner Fungsional Disnakkan, Jaka Mulyana mengakui etika dagang para penjual daging di pasar binaan membaik. Pengawasan lebih intensif secara terjadwal pada pertengahan ramadan membuktikannya. "Kami mendatangi lapak pedagang yang memiliki catatan buruk. Dulunya, mereka menjual daging busuk dan daging suntik. Sekarang, mereka menjual daging bagus," katanya. (Lim)

BERITA REKOMENDASI